TREN.BISNISMARKET.COM - Jakarta, CNBC Indonesia - Dunia kembali dihebohkan dengan sebuah prediksi radikal dari Elon Musk, individu terkaya di planet ini. Ia mengemukakan pandangan bahwa uang yang kita kenal saat ini akan kehilangan nilainya dalam satu dekade mendatang, tepatnya pada tahun 2036.

Prediksi mengejutkan ini diungkapkan Musk dalam sebuah wawancara eksklusif dengan pemimpin redaksi majalah The Economist, Zanny Minton Beddoes. Miliarder yang juga merupakan pendiri Tesla dan SpaceX ini meyakini bahwa kemajuan pesat dalam bidang kecerdasan buatan (AI) dan robotika akan membawa dunia menuju sebuah era kelimpahan.

"Untuk apa kamu membutuhkan uang? Uang digunakan untuk mendapatkan barang dan jasa-makanan, tempat tinggal, transportasi, hiburan," ujar Musk. Ia melanjutkan, "Jika robot dan AI mampu menyediakan lebih banyak kebutuhan daripada yang bisa dikonsumsi manusia, maka uang tidak lagi berguna."

Saat ini, Elon Musk menduduki posisi sebagai manusia terkaya di dunia, dengan kekayaan bersih yang tercatat mencapai US$ 725,1 miliar atau sekitar Rp 13.050 triliun menurut Forbes. Mayoritas kekayaan ini bersumber dari saham yang dimilikinya di perusahaan teknologi otomotif Tesla dan perusahaan eksplorasi antariksa SpaceX.

Namun, perlu dicatat bahwa pernyataan ambisius ini muncul di tengah rekam jejak Musk yang kerap mengalami keterlambatan dalam pemenuhan target dan perkiraannya selama bertahun-tahun. Meskipun diakui sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di sektor teknologi global, ia dikenal sering menetapkan tenggat waktu yang dinilai terlalu optimistis dan akhirnya tidak tercapai.

Musk kembali menegaskan pandangannya bahwa "energi adalah mata uang sejati". Ia berpendapat bahwa nilai uang kertas yang dikeluarkan oleh negara dapat dengan mudah dimanipulasi, sementara energi memiliki nilai intrinsik yang tidak dapat direkayasa.

Pandangan ini menimbulkan spekulasi mengenai potensi dukungan Musk terhadap aset kripto, terutama Bitcoin. Laporan menyebutkan bahwa SpaceX dilaporkan menyimpan 18.712 Bitcoin, sementara Tesla memiliki 11.509 Bitcoin.

Jika digabungkan, aset kripto kedua perusahaan ini diperkirakan bernilai hampir US$ 2 miliar, dengan asumsi harga per koin sekitar US$ 65.000.

Lebih lanjut, Musk juga mengaitkan perlombaan pengembangan AI secara global sebagai salah satu faktor yang mendorong kenaikan nilai aset seperti emas, perak, dan Bitcoin dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun begitu, pergerakan harga Bitcoin pada tahun ini cenderung stabil dan sempat mengalami penurunan di bawah US$ 65.000 pada Februari lalu.