TREN.BISNISMARKET.COM - Beberapa tokoh terkemuka dalam industri teknologi global telah menyampaikan prediksi mengenai berakhirnya era dominasi ponsel pintar (HP) sebagai perangkat komputasi utama sehari-hari. Prediksi ini datang dari figur berpengaruh seperti Elon Musk dan Mark Zuckerberg, yang melihat adanya pergeseran paradigma teknologi mendatang.

Elon Musk, misalnya, pernah mengungkapkan pandangannya di media sosial bahwa interaksi manusia dengan teknologi di masa depan tidak lagi memerlukan perangkat genggam. Ia membayangkan manusia akan terhubung langsung ke perangkat melalui implan chip di otak, sebuah konsep yang sedang dikembangkan oleh perusahaannya, Neuralink.

Di sisi lain, Mark Zuckerberg mengarahkan pandangannya pada perangkat yang lebih kasat mata, yaitu kacamata pintar (smart glasses), sebagai suksesor alami dari ponsel pintar. Berbagai perusahaan teknologi besar telah merilis produk sejenis, termasuk Apple dengan Vision Pro, Snap dengan Specs, serta Meta sendiri melalui perangkat Ray-Ban Meta dan Oakley Meta.

Namun, salah satu kendala utama yang selama ini menghambat adopsi kacamata pintar secara luas adalah harganya yang cenderung premium dan mahal bagi konsumen umum. Hal ini membatasi penetrasi pasar meskipun teknologinya semakin canggih dan mumpuni.

Meta tampaknya berambisi besar untuk mengatasi hambatan harga tersebut, dengan tujuan membawa akses teknologi kecerdasan buatan (AI) melalui kacamata pintar ke segmen pasar yang lebih luas. Upaya ini terlihat dari peluncuran perangkat terbaru mereka yang diposisikan lebih terjangkau.

Dilansir dari Reuters, Rabu (24/6/2026), Meta bersama EssilorLuxottica baru saja memperkenalkan kacamata pintar berbasis AI dengan banderol harga yang jauh lebih bersahabat. Perangkat baru ini dilepas mulai dari US$299 (setara Rp5,3 juta), kontras dengan model Ray-Ban Display sebelumnya yang dihargai sekitar US$800 (sekitar Rp14,3 jutaan).

Meta telah mengalokasikan investasi bernilai miliaran dolar AS untuk mewujudkan visi "intelijen personal," yaitu gadget super canggih yang bertujuan menyajikan berbagai manfaat AI secara langsung kepada pengguna. Investasi ini menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap perangkat wearable masa depan.

Menariknya, seri kacamata pintar yang lebih terjangkau ini merupakan rilisan pertama Meta yang diluncurkan tanpa kolaborasi langsung dengan merek fesyen ikonik seperti Ray-Ban dan Oakley, meskipun pengembangan perangkat ini tetap menggandeng Luxottica.

Seri kacamata pintar AI terbaru dari Meta hadir dalam variasi warna dan desain bingkai yang beragam, termasuk pilihan bingkai bulat klasik dan bingkai oval tipis yang merupakan hasil kolaborasi sebelumnya dengan figur publik seperti Kylie Jenner.