TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah peristiwa astronomi yang sangat dinanti-nantikan akan segera menyapa dunia pada tahun depan, yaitu Gerhana Matahari Total dengan durasi yang luar biasa panjang. Fenomena langka ini diprediksi akan membawa kegelapan singkat di siang hari selama waktu yang cukup signifikan.

Peristiwa kosmik yang spektakuler ini dijadwalkan akan terjadi pada tanggal 2 Agustus 2027 mendatang. Momen puncak, ketika Bulan sepenuhnya menutupi piringan Matahari, diperkirakan akan berlangsung selama 6 menit 23 detik.

Informasi mengenai durasi puncak gerhana tersebut didapatkan melalui referensi dari media internasional. "Durasi puncak atau saat Bulan menutupi sepenuhnya Matahari akan berlangsung selama 6 menit 23 detik," Dikutip dari Times Of India, Kamis (2/7/2026).

Para ahli telah mengidentifikasi beberapa faktor kunci yang berkontribusi pada durasi gerhana yang memecahkan rekor ini. Salah satu faktor utamanya adalah posisi orbital Bulan yang lebih dekat dengan Bumi saat itu, sehingga membuatnya tampak lebih besar di langit.

Data dari Eclipsophile menunjukkan bahwa jarak yang lebih dekat antara Bulan dan Bumi menjadi penyebab Bulan terlihat lebih besar dibandingkan biasanya. Selain itu, posisi Matahari yang berada pada titik terjauhnya dari Bumi juga memainkan peran penting dalam menambah durasi totalitas.

"Data Eclipsophile mencatat salah satunya karena jarak yang lebih dekat antara Bulan dan Bumi dan membuat Bulan menjadi lebih besar," tambah para ahli. Faktor lain yang mendukung durasi panjang adalah konfigurasi sejajar yang jarang terjadi antara ketiga benda langit tersebut.

Lintasan totalitas Gerhana Matahari Total tahun depan akan membentang melintasi beberapa wilayah geografis yang luas. Jalur ini dimulai dari Samudera Atlantik, kemudian bergerak melintasi Eropa bagian selatan, Afrika Utara, hingga sebagian besar kawasan Timur Tengah.

Beberapa negara yang dipastikan akan mendapatkan pemandangan terbaik dari fase totalitas ini meliputi sebagian wilayah Spanyol, Gibraltar, Maroko, Aljazair, dan Tunisia. Selain itu, Libya, Mesir, Sudan, Arab Saudi, Yaman, dan Somalia juga berada dalam jalur pandang utama.

Ketika fase puncak tercapai, langit siang hari akan meredup drastis, menyerupai suasana senja yang tenang. Fenomena ini juga akan disertai dengan penurunan suhu udara yang terasa dan penampakan planet-planet di langit yang terlihat lebih terang dari biasanya.