TREN.BISNISMARKET.COM - Sektor properti industrial Indonesia diproyeksikan akan mengalami lonjakan investasi pada Semester II/2026. Geliat ekspansi korporasi manufaktur dan perkembangan pesat pusat data atau data center diprediksi menjadi pemicu utama perburuan lahan industri dalam periode tersebut.
Fenomena ini menandai pergeseran pola penyerapan lahan, di mana investor data center skala besar atau hyperscale mulai menunjukkan minat yang signifikan. Kebutuhan akan lokalisasi lahan yang luas dan stabil menjadi krusial bagi sektor padat teknologi ini.
"Permintaan lahan [pada Semester II/2026] akan banyak ditopang sektor data center," ujar Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Akhmad Ma'ruf Muhammad. Ia menekankan pentingnya lahan yang kokoh demi menjaga kedaulatan data dan efisiensi konektivitas regional.
Bersamaan dengan itu, sektor manufaktur juga terus menunjukkan permintaan lahan yang tinggi. Arus investasi yang masuk ke Indonesia tercatat masih stabil dan signifikan.
Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi investasi pada Semester I/2026 telah mencapai Rp498,8 triliun. Angka ini setara dengan 24,4% dari target tahunan yang dipatok sebesar Rp2.041,3 triliun, menyisakan ruang investasi besar.
Menyikapi tren ini, HKI memproyeksikan adanya peningkatan signifikan dalam permintaan kavling industri di beberapa koridor utama Pulau Jawa. Hal ini akan mendorong pengembangan kawasan industri baru untuk memenuhi kebutuhan lahan.
"Ekspansi akan terjadi di Kepulauan Riau, Tanjung Pinang, Batam. Sementara di koridor Jawa, ada di Jawa Timur, Gresik, Sidoarjo, Jawa Barat, Jawa Tengah dan ada pengembangan baru di Madura," tambah Akhmad Ma'ruf Muhammad.
Untuk mendukung ekspansi ini, HKI mendesak percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kawasan Industri. Hal ini dianggap krusial untuk mengatasi hambatan investasi yang selama ini disebabkan oleh birokrasi perizinan daerah dan keterbatasan lahan.
"Makanya kawasan industri sekarang mendesak RUU Kawasan Industri. Kami desak itu RUU kawasan industri ini dipercepat, supaya tahun ini clean," ujar Akhmad Ma'ruf saat ditemui di Kantor HKI, Rabu (20/5/2026).