TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan harga pangan di pasar tradisional se-Indonesia pada hari Kamis, 2 Juli 2026, menunjukkan adanya kelanjutan tren pelemahan harga pada beberapa komoditas utama. Penurunan ini tampak sangat signifikan terjadi pada kelompok hortikultura, khususnya cabai dan bawang merah, berdasarkan pemantauan terkini.
Penurunan harga yang paling kentara terlihat pada komoditas bumbu dapur, di mana bawang merah ukuran sedang mengalami koreksi harga cukup dalam. Sementara itu, harga beras secara umum cenderung bertahan dalam zona stabil, tidak menunjukkan gejolak kenaikan maupun penurunan drastis.
Data yang dihimpun oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia pada Kamis pagi menjadi acuan utama dalam memantau pergerakan harga komoditas tersebut. Data PIHPS ini menunjukkan fluktuasi harian yang memengaruhi daya beli masyarakat di pasar-pasar tradisional.
Dilansir dari Bisnis.com, pergerakan harga beras menunjukkan stabilitas yang relatif baik, meskipun ada kenaikan tipis pada beberapa kelas kualitas. Sebagai contoh, harga beras kualitas bawah I mengalami kenaikan sebesar 0,34% sehingga mencapai Rp14.700 per kilogram.
Lebih lanjut mengenai beras, kenaikan harga juga menyentuh kualitas medium I yang naik 0,31% menjadi Rp16.350 per kilogram, sementara beras kualitas super I tercatat naik 0,28% menjadi Rp17.650 per kilogram. Kelas kualitas lainnya seperti beras medium II dan super II dilaporkan tetap berada di harga sebelumnya.
Kelompok bumbu dapur menjadi sorotan utama karena mengalami penurunan signifikan, terutama bawang merah ukuran sedang yang terdepresiasi 5,39% menjadi Rp48.300 per kilogram. Namun, bawang putih ukuran sedang justru menunjukkan tren berlawanan dengan kenaikan tipis sebesar 0,80% menjadi Rp48.300 per kilogram.
Harga berbagai jenis cabai melanjutkan tren penurunan yang cukup dalam pada hari itu, menandakan pasokan yang mungkin membaik atau permintaan yang menurun. "Cabai rawit merah turun paling dalam mencapai 7,26% menjadi Rp63.900 per kilogram," demikian disampaikan dalam analisis data tersebut.
Komoditas lain yang mengalami koreksi harga signifikan adalah cabai merah besar yang turun 3,45% menjadi Rp51.800 per kilogram, serta cabai merah keriting yang melemah 3,82% menjadi Rp51.600 per kilogram. Cabai rawit hijau juga ikut turun sebesar 3,74% menjadi Rp50.150 per kilogram.
Pada sektor minyak goreng, pergerakan harga relatif minim perubahan, dengan minyak goreng curah turun tipis 0,24% menjadi Rp20.550 per liter. Harga minyak goreng kemasan bermerek I dan II dikabarkan bertahan stabil di angka masing-masing Rp24.250 per liter dan Rp23.400 per liter.