TREN.BISNISMARKET.COM - Meskipun menyimpan dana di rekening bank menawarkan kemudahan akses dan likuiditas tinggi, pakar keuangan mengingatkan adanya potensi risiko jika menimbun uang tunai dalam jumlah besar. Risiko ini mencakup ancaman keamanan seperti penipuan atau kesalahan transaksi yang dapat menyulitkan proses pengembalian dana.

Selain isu keamanan, membiarkan uang terlalu lama di rekening tabungan biasa juga membuat nilainya tergerus oleh laju inflasi. Oleh karena itu, penting bagi nasabah untuk membatasi jumlah dana yang disimpan hanya sebatas kebutuhan operasional bulanan.

Dilansir dari CNBC Make It, dikutip Sabtu (4/7/2026), seorang perencana keuangan bersertifikat di Pennsylvania, Jessica Goedtel, menekankan bahwa rekening tabungan sehari-hari umumnya tidak memiliki perlindungan sebaik kartu kredit. "Rekening tabungan sering kali tidak memiliki perlindungan seperti kartu kredit," yang berarti bahwa "dana bisa lebih sulit untuk dikembalikan" jika terjadi pembobolan akun.

Gregory Guenther menyarankan agar jumlah dana yang ideal di rekening harian lebih sedikit, bahkan cukup untuk kebutuhan satu hingga dua minggu saja. Sisa dana yang melebihi kebutuhan tersebut sebaiknya dialokasikan ke instrumen investasi yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Gregory Guenther juga menjelaskan bahwa penentuan jumlah ideal bersifat personal, namun tujuannya adalah menciptakan kenyamanan finansial. "Jika terlalu sedikit, Anda akan merasa cemas tentang setiap gesekan; tapi jika terlalu banyak, Anda akan kehilangan pertumbuhan dalam akun dengan imbal hasil yang lebih tinggi," tegas Gregory.

Perlu dibedakan antara dana operasional harian dengan dana darurat yang esensial. Dana darurat disiapkan khusus untuk menanggulangi pengeluaran tak terduga bernilai besar, misalnya biaya medis mendadak atau kehilangan pekerjaan.

Umumnya, perencana keuangan menyarankan agar dana darurat disimpan dalam jumlah setara tiga hingga enam bulan pengeluaran. Lokasi penyimpanan dana darurat idealnya adalah di instrumen yang mudah diakses namun berbunga lebih tinggi, seperti rekening tabungan khusus atau deposito jangka pendek.

Dalam konteks pengelolaan rekening ini, nasabah wajib memperhatikan ketentuan saldo minimum yang ditetapkan oleh masing-masing bank. Jika saldo turun di bawah batas minimum yang ditentukan, nasabah dapat menghadapi kendala transaksi atau bahkan risiko rekening menjadi tidak aktif.

Setiap bank menetapkan aturan saldo minimum yang bervariasi tergantung jenis produk tabungan yang dipilih. Memastikan dana selalu di atas ambang batas minimum sangat penting agar seluruh layanan perbankan dapat digunakan secara normal tanpa hambatan.