TREN.BISNISMARKET.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalikkan arah pada penutupan sesi pertama perdagangan Jumat, 17 Juni 2026. Setelah sempat dibuka melemah, IHSG mengakhiri sesi dengan mencatatkan kenaikan sebesar 0,55%, setara dengan 33,69 poin, sehingga bertengger di level 6.141,9.
Pergerakan pasar saham hari ini menunjukkan dinamika yang cukup seimbang, dengan 321 saham menguat, 286 saham melemah, dan 358 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp 6,93 triliun, melibatkan perputaran 10,59 miliar lembar saham dalam 1,09 juta kali transaksi.
Sepanjang sesi pertama, IHSG bergerak dalam rentang pergerakan yang cukup dinamis, yaitu antara 6.079,32 hingga 6.153,16. Awal perdagangan sempat diwarnai oleh lesunya saham-saham emiten bank berkapitalisasi besar, yang turut memengaruhi kinerja indeks secara keseluruhan.
Namun, tren pergerakan pasar berubah setelah sekitar 30 menit pembukaan perdagangan. Saham-saham bank jumbo mulai mendapatkan apresiasi positif dari para pelaku pasar, membalikkan sentimen awal yang cenderung negatif.
Dikutip dari Refinitiv, sektor finansial menjadi satu-satunya sektor yang mampu mengangkat pergerakan IHSG pada siang hari ini. Hal ini kontras dengan sektor-sektor lain yang justru terpantau berada di zona merah, menunjukkan dominasi sektor perbankan dalam menggerakkan pasar.
Performa impresif sektor finansial ini didorong oleh lonjakan harga saham emiten bank besar. Bank Mandiri (BMRI) tercatat melesat naik 3,25%, diikuti oleh Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang menguat 3,15%. Bank Negara Indonesia (BBNI) naik 2,57%, dan Bank Central Asia (BBCA) menguat 2,41%. Keempat emiten perbankan ini secara kolektif hampir berkontribusi 20 poin terhadap kenaikan IHSG.
Di sisi lain, saham DCI Indonesia (DCII) masih menjadi penahan laju pergerakan IHSG. Emiten yang terafiliasi dengan Toto Sugiri ini mengalami penurunan sebesar 3,94% dengan volume transaksi yang sangat minim, hanya 1 lot. Penurunan DCII membebani indeks sebesar 7,94 poin.
"Finansial menjadi satu-satunya sektor yang mengungkit IHSG siang ini, saat sektor lain berada di zona merah," demikian terkonfirmasi dari pantauan pasar.
Pelaku pasar global dan domestik pada Jumat pagi ini disuguhkan dengan rilis serangkaian data makroekonomi krusial yang telah dipublikasikan pada hari Kamis sebelumnya. Data-data ini menjadi pertimbangan penting dalam strategi investasi.