TREN.BISNISMARKET.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kinerja negatif yang signifikan pada perdagangan sesi pertama menjelang akhir pekan ini. Setelah sempat dibuka dengan penguatan, indeks secara dramatis berbalik melemah, terkoreksi hampir mencapai ambang batas 3%.
Pelemahan drastis ini terjadi seiring dengan dominasi aksi jual yang melanda mayoritas saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Momentum ini menandai periode yang menantang bagi para investor domestik maupun asing.
Pada penutupan sesi pertama, IHSG tercatat turun sebanyak 164 poin, atau setara dengan koreksi sebesar 2,73%, menempatkannya di level 5.835,11. Selama sesi perdagangan berlangsung, indeks sempat mencapai titik tertinggi di 6.045 sebelum akhirnya tertekan hingga menyentuh level terendah di 5.830.
Analis dari Doo Financial Sekuritas, Lukman Leong, mengidentifikasi bahwa sentimen risiko global menjadi pemicu utama pelemahan pasar saham Indonesia hari itu. Sentimen ini secara spesifik memicu aksi penjualan besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI) dan teknologi.
"Saya melihat penurunan ini mengikuti sentimen risk off global oleh sell off AI dan tech stock," ujar Lukman Leong kepada CNBC Indonesia pada hari Jumat, 26 Juni 2026.
Lukman Leong menambahkan bahwa dampak dari sentimen global tersebut memiliki kekuatan signifikan, terlihat dari pengaruhnya yang meluas ke bursa-bursa utama di kawasan Asia serta indeks futures Amerika Serikat (AS). Hal ini menunjukkan korelasi erat pergerakan bursa domestik dengan pasar global.
Selain itu, investor masih menahan diri untuk kembali berinvestasi karena adanya pengumuman dari MSCI yang menimbulkan keraguan terkait potensi risiko downgrade yang masih mengintai pada bulan November mendatang. Sentimen ketidakpastian ini turut menahan laju pembelian saham.
Analis MNC Sekuritas, Herditya, menyampaikan pandangan serupa mengenai koreksi yang dialami IHSG. Ia menegaskan bahwa pergerakan IHSG sejalan dengan kondisi mayoritas bursa regional Asia yang juga terkoreksi akibat aksi jual pada emiten-emiten teknologi.
"Koreksi dari IHSG ini sejalan dengan yg kami sampaikan pada report teknikal pada pagi ini, dimana secara teknikal pergerakan IHSG masih berada di fase downtrendnya," ujar Herditya saat dihubungi oleh CNBC Indonesia.