TREN.BISNISMARKET.COM - Indonesia selangkah lebih maju dalam mendukung kendaraan komersial ramah lingkungan dengan rencana kehadiran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang dirancang khusus untuk truk. Kehadiran infrastruktur ini menjadi angin segar bagi para pelaku industri logistik yang mulai melirik opsi transportasi berkelanjutan.
Sebagai langkah awal implementasi, pemerintah telah menyiapkan lokasi prototipe yang dinilai strategis untuk pengujian SPKLU truk. Lokasi ini dipilih untuk memastikan efektivitas dan kesiapan operasional sebelum diperluas ke titik-titik lain di seluruh negeri.
"Di rest area KM 88 Tol Cipularang itu akan dicoba dibuat SPKLU untuk truk. Itu sebagai prototipe," ujar Sony, salah satu narasumber terkait proyek ini.
Kehadiran SPKLU khusus truk ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri pelaku industri untuk beralih dari armada konvensional ke truk listrik. Adanya infrastruktur pengisian daya yang memadai menjadi kunci agar keraguan untuk mengoperasikan kendaraan bebas emisi di jalanan Indonesia berkurang.
Masyarakat mungkin bertanya-tanya mengenai perbedaan mendasar antara SPKLU untuk truk dengan yang sudah ada untuk mobil penumpang. Mengenai hal ini, dijelaskan bahwa secara teknologi, perbedaannya tidak signifikan.
"SPKLU untuk truk listrik dengan SPKLU yang buat mobil biasa sebenarnya hanya masalah dayanya saja dan juga mungkin ruang (space) buat manuver truk. Jadi sebenarnya tidak terlalu sulit secara teknologi, hanya masalah daya dan ruang untuk manuver," katanya.
Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan, Robby Kurniawan, menegaskan bahwa pengembangan SPKLU truk merupakan bagian integral dari strategi dekarbonisasi transportasi nasional. Hal ini sejalan dengan inisiatif pengembangan Green Logistics Corridor.
Lebih lanjut, transformasi kendaraan berat menuju emisi nol bukan hanya sekadar mengganti mesin diesel dengan tenaga listrik. Target utamanya adalah membangun sistem logistik nasional yang lebih efisien, berdaya saing, memperkuat ketahanan energi, dan yang terpenting, lebih berkelanjutan.
Ekosistem kendaraan komersial listrik di Indonesia mulai menunjukkan geliatnya. Mitsubishi Fuso eCanter telah tercatat sebagai truk listrik pertama yang legal beroperasi di jalan raya Indonesia.