TREN.BISNISMARKET.COM - GoldVerium secara resmi memperkenalkan langkah inovatif terbarunya dalam sektor investasi logam mulia dengan meluncurkan gerai fisik perdana di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Peresmian ini dilaksanakan pada hari Rabu, 20 Mei 2026, bertepatan dengan momen peringatan Hari Perak Nasional di Indonesia.
Pembukaan cabang perdana ini memiliki tujuan strategis untuk memperkuat citra merek perusahaan sekaligus meningkatkan tingkat kepercayaan publik terhadap layanan investasi logam mulia yang ditawarkan. Pemilihan lokasi di Pasar Minggu dinilai sangat strategis karena memudahkan aksesibilitas bagi calon investor dari wilayah Bogor, Depok, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Barat.
Ekosistem bisnis yang dibangun oleh GoldVerium ini merupakan integrasi dari empat lini produk utama mereka, yaitu Minigold, Maxigold, Silverium, dan Copperium, sebagaimana disampaikan dalam pemberitaan sebelumnya. Pihak manajemen telah mendaftarkan identitas bisnis jangka panjang ini sejak tahun 2021, jauh sebelum konsep payung besar tersebut diperkenalkan kepada khalayak luas.
"GoldVerium adalah gabungan dari Minigold, Maxigold, Silverium, dan Copperium. Ini bukan istilah baru dan sudah saya daftarkan sejak beberapa tahun lalu," ungkap Edi Hermanto, Founder GoldVerium.
Perusahaan juga menerapkan skema kemitraan baru yang dirancang untuk memastikan sistem distribusi di berbagai wilayah dapat berjalan secara lebih terintegrasi bagi seluruh mitra yang bergabung. Konsep terintegrasi ini diciptakan agar para mitra dapat meraih manfaat yang proporsional dalam keseluruhan jaringan distribusi.
"Kami ingin membangun ekosistem yang saling mendukung. Ketika konsumen datang ke outlet GoldVerium, mitra tetap mendapatkan bagian sesuai aturan yang disepakati," jelas Edi Hermanto, Founder GoldVerium.
Perusahaan yang telah beroperasi sejak tahun 2018 ini menekankan pentingnya stabilitas aset fisik seperti emas dan perak sebagai benteng pelindung terhadap penurunan nilai mata uang akibat inflasi. Sebagai perbandingan, harga emas naik signifikan dari Rp77 ribu per gram pada tahun 2001 menjadi Rp2,8 juta per gram saat ini, sementara perak naik dari Rp800 menjadi Rp60 ribu per gram.
"Yang sebenarnya terjadi bukan emas yang naik, tetapi nilai uang yang terus turun," kata Edi Hermanto, Founder GoldVerium.
GoldVerium memfokuskan produksinya pada logam murni dengan kadar tinggi, menghindari penggunaan logam berkadar rendah untuk menjaga reputasi kualitas. Demi menjamin mutu, perusahaan menggunakan alat pengujian cepat XRF senilai Rp90 juta untuk menganalisis bahan baku, baik dari scrap maupun emas rusak.