TREN.BISNISMARKET.COM - Investor asing di pasar saham Indonesia mencatatkan aksi jual bersih (net sell) yang cukup besar pada perdagangan Rabu (24/6/2026), menyusul pengumuman terbaru dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Berdasarkan data yang dihimpun dari Stockbit, pada perdagangan sesi I hari tersebut, aktivitas jual bersih oleh investor asing mendekati angka Rp1 triliun.
Secara terperinci, total nilai saham yang dijual oleh investor asing mencapai Rp2,57 triliun, sementara nilai pembelian hanya tercatat sebesar Rp1,59 triliun. Hal ini menghasilkan akumulasi bersih penjualan asing sebesar Rp976,66 miliar pada sesi pertama perdagangan.
Tekanan jual yang signifikan tersebut tampak terfokus pada saham-saham perbankan besar, dengan saham BBRI, BMRI, dan BBNI menjadi yang paling banyak dilepas oleh investor mancanegara.
Namun, di tengah tren penjualan tersebut, saham BREN dari grup Barito Renewables Energy justru menjadi pengecualian, mencatatkan akumulasi pembelian asing yang sangat dominan hingga mencapai Rp107,79 miliar.
Saham-saham yang terafiliasi dengan Prajogo Pangestu memang menjadi sorotan utama transaksi asing, di mana selain memborong BREN, asing juga terlihat melakukan aksi jual pada TPIA, CUAN, dan BRPT.
Peristiwa ini terjadi setelah lembaga penyedia indeks global MSCI mengumumkan hasil evaluasi klasifikasi pasar pada Rabu dini hari (24/6/2026), yang mana pasar ekuitas Indonesia dipastikan tetap berada dalam kategori Emerging Markets.
Pada pembukaan perdagangan sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat bergerak positif di zona hijau, namun tren tersebut berbalik dan ditutup melemah di zona merah pada akhir sesi pertama.
IHSG tercatat mengalami penurunan sebesar 1,62% hingga menyentuh level 6.002,20 pada penutupan sesi I hari Rabu tersebut.