TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Indonesia baru-baru ini mengambil langkah strategis dengan menurunkan tarif harga liquefied natural gas (LNG) yang dialokasikan bagi sektor industri. Keputusan ini diharapkan dapat menjadi amunisi baru bagi produk manufaktur nasional agar lebih kompetitif di pasar global.
Namun, di balik apresiasi terhadap kebijakan penurunan harga ini, muncul kekhawatiran krusial mengenai stabilitas pasokan energi. Keterjangkauan harga yang kini diperoleh industri harus diiringi dengan jaminan pasokan yang tidak terputus agar operasional pabrik tidak terganggu.
Hal ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Didik Prasetiyono. Pihaknya menyampaikan penghargaan atas perhatian serius pemerintah terhadap sektor energi, khususnya upaya menjaga ketersediaan pasokan dan penetapan harga LNG yang lebih bersahabat bagi industri.
Dilansir dari Bisnis.com, Didik juga menyoroti bahwa tantangan pasokan masih menjadi isu nyata di lapangan. Beberapa kawasan industri, khususnya yang berlokasi di Jawa Barat, dilaporkan masih menghadapi kendala ketersediaan pasokan gas selama periode tertentu belakangan ini.
Menurut pandangan HKI, sektor industri memerlukan kombinasi ideal antara harga energi yang kompetitif dan jaminan ketersediaan pasokan yang terjamin. Kedua elemen ini dianggap sebagai prasyarat fundamental untuk mempertahankan posisi tawar manufaktur Indonesia di tengah persaingan internasional yang makin ketat.
Oleh karena itu, HKI secara tegas meminta pemerintah untuk memastikan bahwa implementasi kebijakan pemotongan harga LNG berjalan paralel dengan pengamanan pasokan yang memadai di seluruh kawasan industri.
"Jadi kita berharap harganya kompetitif, barangnya ada. Dua hal itu yang harus dipastikan ke depan,” ujar Didik Prasetiyono saat dijumpai di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada hari Senin (29/6/2026).
Biaya energi sejatinya merupakan salah satu komponen determinan yang sangat mempengaruhi tingkat daya saing industri dalam negeri. Kebijakan pemerintah yang berhasil membuat harga LNG industri menjadi lebih kompetitif diproyeksikan akan memberikan dampak positif signifikan bagi kelangsungan usaha.
Didik menjelaskan bahwa penurunan biaya energi secara langsung akan menekan total biaya produksi. Dampak akhirnya adalah produk-produk hasil industri Indonesia akan memiliki pijakan yang lebih kuat saat bersaing, baik di pasar domestik maupun ketika diekspor.