TREN.BISNISMARKET.COM - Para ilmuwan telah menemukan bukti baru yang signifikan mengenai sejarah evolusi manusia, yang berpotensi mengubah pemahaman mengenai interaksi spesies purba. Analisis mendalam terhadap sebuah fosil tengkorak anak di Israel mengindikasikan adanya kawin silang antara Homo sapiens dan Neanderthal.
Penemuan ini sangat penting karena menjadi bukti tertua sejauh ini mengenai persilangan genetik antara kedua spesies manusia purba tersebut. Fosil yang diteliti adalah tengkorak seorang anak yang diperkirakan berusia sekitar lima tahun.
Lokasi penemuan fosil krusial ini berada di Gua Skhul, Gunung Carmel, Israel. Tim peneliti yang melakukan analisis berasal dari Universitas Tel Aviv dan National Centre for Scientific Research (CNRS) Prancis.
Fosil tengkorak anak tersebut ditemukan sekitar 90 tahun lalu dan kini diidentifikasi memiliki karakteristik gabungan unik antara Neanderthal dan Homo sapiens. Hal ini memperkuat temuan sebelumnya tentang adanya pertukaran genetik di antara kedua kelompok manusia purba tersebut.
Hasil studi ini juga mengisyaratkan bahwa migrasi nenek moyang manusia modern keluar dari Afrika mungkin terjadi jauh lebih awal dari perkiraan yang selama ini diterima oleh komunitas ilmiah. Selain itu, perpindahan Homo sapiens diduga berlangsung dalam beberapa gelombang, bukan hanya satu kali migrasi besar.
Studi terbaru yang diterbitkan pada tahun 2024 menunjukkan bahwa jejak DNA Neanderthal sebelumnya hanya terdeteksi pada Homo sapiens yang hidup dalam 50.000 tahun terakhir. Ini menyiratkan bahwa populasi yang menghasilkan fosil anak di Gua Skhul bukanlah garis keturunan langsung manusia modern yang kemudian menyebar luas.
Israel Hershkovitz dari Universitas Tel Aviv menjelaskan implikasi temuan genetik ini dalam konteks waktu. "Studi genetika dalam satu dekade terakhir menunjukkan bahwa kedua kelompok bertukar gen," dikutip pada Sabtu (4/7/2026).
Hershkovitz melanjutkan penjelasannya mengenai rentang waktu pertukaran gen tersebut. "Sampai hari ini, 40.000 tahun setelah Neanderthal terakhir punah, bagian dari genom kita, 2 hingga 6 persen, berasal dari Neanderthal. Namun, pertukaran ini terjadi jauh setelahnya, antara 60.000 hingga 40.000 tahun silam. Fosil ini, usianya 140.000 tahun," ujarnya melanjutkan.
Para peneliti menyimpulkan bahwa fosil tersebut adalah keturunan dari orang tua Neanderthal dan Homo sapiens karena memperlihatkan kombinasi ciri fisik yang khas. Tengkoraknya menunjukkan bentuk bulat seperti manusia modern, namun struktur rahang dan telinganya lebih menyerupai Neanderthal.