TREN.BISNISMARKET.COM - Jakarta, CNBC Indonesia – Sebuah insiden keamanan data menarik perhatian publik ketika ratusan percakapan dari chatbot AI Claude secara tidak sengaja muncul dalam hasil pencarian Google. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran serius mengingat adanya laporan bahwa beberapa percakapan yang terekspos memuat informasi sensitif.
Data yang terekspos tersebut dilaporkan mencakup berbagai jenis informasi penting, mulai dari rekam medis pasien, dokumen internal perusahaan, hingga data pribadi seperti nama dan nomor telepon anak-anak. Hal ini memicu diskusi mengenai keamanan privasi dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan.
Masalah ini pertama kali diungkap oleh pengguna di platform Reddit. Mereka menemukan bahwa dengan menggunakan kueri pencarian spesifik seperti "site:claude.ai/share" di Google, daftar panjang percakapan Claude yang sebelumnya dibagikan melalui fitur berbagi chat dapat diakses.
Tidak hanya percakapan, beberapa "Artifacts" atau aplikasi mini serta dokumen interaktif yang dibuat oleh pengguna di dalam platform Claude juga turut terindeks dan muncul dalam hasil pencarian Google. Ini menunjukkan cakupan data yang lebih luas dari insiden tersebut.
Penyebab utama insiden ini diduga kuat berasal dari fitur "share chat" yang dimiliki Claude. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat tautan unik yang dapat dilihat oleh siapa saja yang memiliki URL tersebut, tanpa adanya pembatasan akses yang memadai.
Pada antarmuka platform Claude, terpampang kalimat "Anyone with the link can view" atau "Siapa pun yang memiliki tautan dapat melihatnya." Kalimat ini mengindikasikan bahwa fitur tersebut dirancang untuk kemudahan berbagi dalam lingkup terbatas, bukan untuk diindeks secara publik oleh mesin pencari.
Sebagai perbandingan, layanan seperti Google Docs memiliki fungsionalitas serupa, namun dokumen yang dibagikan melalui fitur tersebut tidak serta-merta muncul dalam hasil pencarian Google, menunjukkan adanya mekanisme kontrol yang berbeda.
Perusahaan pengembang Claude, Anthropic, memberikan pernyataan bahwa tautan percakapan hanya akan terindeks di mesin pencari apabila telah dipublikasikan secara sengaja di tempat yang dapat diakses oleh mesin pencari, seperti forum atau media sosial. Menurut Anthropic, tautan yang hanya dikirim secara pribadi kepada seseorang seharusnya tidak muncul di Google.
"Kami memberikan kendali kepada pengguna untuk membagikan percakapan Claude mereka secara publik, dan sesuai dengan prinsip privasi kami, kami tidak membagikan direktori percakapan maupun sitemap kepada mesin pencari seperti Google," ujar Juru bicara Anthropic, Amie Rotherham, dikutip dari TechCrunch.