TREN.BISNISMARKET.COM - Perjalanan Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi 8% dihadapkan pada tantangan besar, salah satunya adalah pemenuhan kebutuhan energi yang kian meningkat. Terlebih lagi, gelombang kecerdasan buatan (AI) yang melanda dunia kini menambah beban energi yang signifikan.

Kebutuhan energi yang melonjak ini diungkapkan oleh M. Danny Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison (IOH). Ia menyoroti bagaimana era komputasi AI yang gencar berkembang saat ini membutuhkan daya listrik yang luar biasa besar.

"Apalagi sekarang ini kita melihat era-era pusat data komputasi AI yang sangat-sangat menguras energi," kata Danny dalam acara Energy Management Launch yang berlangsung di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Berdasarkan percakapannya dengan para pemain utama di industri AI global dan penyedia pusat data internasional, Danny memperkirakan Indonesia akan membutuhkan setidaknya 1.500 megawatt (MW) untuk mendukung perkembangan AI dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

Padahal, Indonesia memiliki potensi besar yang tak terbantahkan untuk menjadi pemain utama dalam ekosistem AI. Kekayaan lahan, sumber daya talenta lokal yang melimpah, serta biaya operasional yang lebih kompetitif dibandingkan negara tetangga menjadi modal berharga.

Di sisi lain, tantangan energi di Indonesia juga tak kalah pelik. Senior VP Head of IoT & Big Data IOH, Melvin Jeffrey Chan, memaparkan bahwa ketergantungan pada batu bara yang mencapai 68% dari bauran energi nasional menjadi salah satu isu krusial.

Tantangan lain meliputi risiko kebakaran akibat gangguan listrik yang masih kerap terjadi, kerugian finansial akibat pemadaman listrik, serta permasalahan efisiensi energi yang belum optimal.

"Bayangkan jika tidak ada kelayakan secara real-time dan manajemen energi menjadi reaktif, membuang banyak biaya yang meningkat, membuang banyak uang dan waktu hanya karena kegagalan fasilitas dan waktu mati (downtime)," jelas Melvin.

Menjawab tantangan ini, Indosat menawarkan solusi manajemen energi yang inovatif. Solusi ini menggabungkan kekuatan AI dan IoT dengan pendekatan full-stack yang komprehensif.