TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan signifikan dalam kerja sama ekonomi bilateral antara Indonesia dan India kini menyentuh sektor sistem pembayaran digital. Indonesia melalui sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dipastikan akan dapat digunakan di wilayah India.
Hal ini merupakan buah dari adanya kesepakatan dan kerja sama antara kedua negara untuk mengintegrasikan sistem pembayaran berbasis kode QR lintas negara. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah transaksi keuangan bagi masyarakat kedua negara.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen kedua negara untuk meningkatkan volume perdagangan bilateral. Peningkatan ini akan didukung dengan percepatan pembahasan mengenai Indonesia-India Trade Agreement.
Selain itu, kedua pemimpin juga sepakat untuk meninjau peningkatan pada ASEAN-India Trade in Goods Agreement. Upaya ini menunjukkan keseriusan dalam mempererat hubungan ekonomi kedua negara di masa mendatang.
Presiden Prabowo Subianto secara khusus menyoroti kemajuan dalam sektor keuangan. Beliau menyatakan apresiasi atas pembahasan sistem pembayaran lintas batas berbasis QR yang telah berkembang antara Indonesia dan India.
"Kami menyambut baik kemajuan pembahasan sistem pembayaran lintas batas berbasis QR (cross-border QR payment) antara Indonesia dan India guna memperkuat kerja sama sektor keuangan," kata Presiden Prabowo Subianto, dalam keterangan pers bersama Perdana Menteri India Narendra Modi, dikutip Rabu (8/7/2026).
Implementasi sistem pembayaran QRIS di India ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dalam setiap proses transaksi keuangan. Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk memperkuat konektivitas sektor keuangan antara Indonesia dan India.
Sebelumnya, sistem QRIS telah berhasil diterapkan dan digunakan di berbagai negara mitra lain seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China. Hal ini menunjukkan rekam jejak keberhasilan sistem pembayaran nasional Indonesia.
Dengan masuknya India, salah satu negara dengan populasi terbesar di dunia, QRIS berpotensi besar untuk memperluas jangkauan transaksi digital masyarakat Indonesia secara signifikan. Ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha di kedua negara.