TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan terbaru di pasar teknologi Amerika Serikat memperlihatkan guncangan serius pada sektor semikonduktor, yang sebagian besar didorong oleh perlambatan ekspektasi permintaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Guncangan ini mulai terasa kuat setelah terjadi aksi jual besar-besaran pada perdagangan akhir pekan lalu.
Pada hari Jumat (5/6) pekan lalu, saham-saham perusahaan pembuat chip mengalami penurunan drastis, mengakibatkan hilangnya nilai pasar gabungan sebesar US$1,3 triliun, atau setara Rp23.626 triliun. Penurunan tajam ini menandai salah satu hari terburuk bagi sektor tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Beberapa pemain utama dalam industri chip AI, termasuk Nvidia, Micron Technology, ADM, dan Broadcom, tercatat sebagai pihak yang paling terdampak oleh aksi jual masif ini. Penurunan ini memicu Indeks saham chip PHLX merosot hingga 10,3% dalam satu hari.
Penurunan signifikan pada hari Jumat tersebut merupakan akumulasi dari tekanan yang sudah dimulai sehari sebelumnya, yakni Kamis (4/6). Hal ini dipicu oleh keluarnya laporan kuartalan dari Broadcom yang mengindikasikan permintaan untuk lini chip AI kustom mereka tidak sesuai dengan proyeksi pasar yang sangat tinggi.
Secara agregat, kerugian yang dialami indeks PHLX mencapai 12% selama dua sesi perdagangan berturut-turut. Situasi ini semakin memperkuat kekhawatiran investor mengenai valuasi saham-saham teknologi yang dinilai sudah terlalu mahal dan melambung tinggi belakangan ini.
Peristiwa koreksi pasar ini juga terjadi bersamaan dengan momentum besar di mana Elon Musk tengah mempersiapkan penawaran umum perdana (IPO) untuk perusahaannya, SpaceX, dengan valuasi ambisius mencapai US$1,75 triliun pekan depan.
Meskipun mengalami penurunan tajam, perlu dicatat bahwa indeks chip sempat mencapai rekor tertinggi pada hari Rabu (3/6). Bahkan setelah koreksi hebat hari Jumat, indeks tersebut masih mencatatkan kenaikan sebesar 73% sejak awal tahun 2026.
Nvidia, yang merupakan produsen chip paling bernilai di dunia, terpantau turun sekitar 6%, yang mengakibatkan kapitalisasi pasarnya tergerus lebih dari US$300 miliar. Hal ini dikemukakan dalam sebuah analisis yang dirilis pada hari Senin (8/6/2026).
Micron Technology juga mengalami penurunan tajam sebesar 13%, yang berarti nilai pasar perusahaan tersebut berkurang sekitar US$150 miliar. Sementara itu, saham Marvell Technology kehilangan momentum hingga 17%, dan AMD juga tergerus hampir 11%.