TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Republik Korea Selatan telah mengalirkan dana hibah signifikan kepada Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk mendukung pengembangan infrastruktur digital di IKN. Dana non-pinjaman tersebut dialokasikan sebesar 9,9 miliar KRW, yang setara dengan kurang lebih Rp115,94 miliar.
Kepala Badan Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menjelaskan bahwa suntikan dana ini memiliki fokus spesifik untuk pembangunan infrastruktur digital. Alokasi tersebut secara khusus ditujukan untuk membiayai pembangunan Smart City Cooperation Center (SCCC) yang berlokasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.
Proses konstruksi fisik untuk pusat kendali kota pintar ini telah dimulai secara resmi pada hari Kamis, 18 Juni 2026. Penandaan dimulainya pembangunan ditandai dengan pelaksanaan upacara peletakan batu pertama atau groundbreaking yang bertempat di Sub Wilayah Perencanaan Permukiman Barat 1A, Kalimantan Timur.
Rayakan HUT Jakarta ke-499, Tarif MRT Jakarta Turun Drastis Jadi Hanya Rp1 di Tanggal Spesifik
"Pemanfaatan bangunan ini sangat bagus idenya bisa digunakan untuk pendidikan, serta memperkenalkan teknologi dari Korea Selatan," ujar Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulisnya pada Minggu, 21 Juni 2026.
Basuki Hadimuljono juga memberikan jaminan mengenai tata kelola proyek ini di tingkat lokal. Ia memastikan bahwa seluruh koridor perizinan konstruksi berada sepenuhnya di bawah kendali OIKN. Hal ini dilakukan untuk menjamin kelancaran komitmen pendanaan dan realisasi hibah dari luar negeri tersebut.
Berdasarkan cetak biru proyek yang telah disusun, komponen fisik dari gedung SCCC ini akan menyerap porsi anggaran hibah sebesar 5,5 miliar KRW. Jumlah ini setara dengan sekitar Rp64,41 miliar dari total keseluruhan paket kerja sama yang disepakati.
Infrastruktur pusat digital seluas 1.098 meter persegi ini direncanakan akan dibangun setinggi dua lantai. Desain dua lantai tersebut bertujuan mengakomodasi berbagai fasilitas penting seperti control room, ruang pameran teknologi, hingga laboratorium kecerdasan buatan dan robotika (AI & Robotics Lab).
Lebih lanjut, dana hibah yang bersumber dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan (Ministry of Land, Infrastructure and Transport/MoLIT) tidak hanya mencakup pembangunan fisik semata. Dana tersebut juga dialokasikan untuk penyusunan Smart City Masterplan serta perumusan protokol bangunan cerdas yang akan diterapkan di IKN.
Otorita IKN telah menetapkan target waktu yang ambisius untuk penyelesaian proyek pusat kota cerdas yang komprehensif ini. Pembangunan gedung SCCC diproyeksikan akan memakan waktu pengerjaan selama sepuluh bulan ke depan.