TREN.BISNISMARKET.COM - GAC Aion, salah satu pemain utama dalam industri kendaraan listrik di China, kini tengah menghadapi situasi genting akibat masalah kualitas baterai yang meluas pada model Aion S. Krisis ini dilaporkan berdampak pada lebih dari 213.000 unit kendaraan yang beroperasi di berbagai wilayah.

Masalah teknis pada baterai kendaraan listrik ini mulai terdeteksi ketika unit-unit tersebut telah menempuh jarak operasional yang signifikan, umumnya berkisar antara 150.000 hingga 300.000 kilometer. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pemilik kendaraan, terutama bagi mereka yang menggunakannya sebagai armada komersial.

Mayoritas kendaraan yang terdampak oleh masalah baterai ini adalah unit yang beroperasi sebagai armada komersial, termasuk taksi online. Penggunaan intensif pada sektor ini membuat isu ketahanan dan keandalan baterai menjadi sangat krusial bagi kelangsungan operasional mereka.

Investigasi yang dilakukan oleh sejumlah lembaga independen akhirnya memberikan titik terang mengenai penyebab utama masalah ini. "Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kerusakan ini bukan disebabkan oleh benturan fisik maupun akibat kendaraan terendam banjir, melainkan dugaan kuat adanya cacat manufaktur di dalam sel baterai," ujar sumber yang dekat dengan investigasi tersebut.

Menyikapi situasi yang berkembang, GAC Aion bersama mitranya dalam produksi baterai, CALB, telah mengambil langkah proaktif untuk meredakan kekhawatiran konsumen. Keduanya sepakat untuk memperpanjang masa garansi baterai bagi unit-unit yang teridentifikasi mengalami masalah.

Perpanjangan garansi ini secara spesifik menargetkan armada komersial Aion S yang menggunakan baterai CALB tipe 177 Ah. Masa garansi diperpanjang dari standar sebelumnya, yaitu 8 tahun atau 150.000 kilometer, menjadi 8 tahun atau 300.000 kilometer.

Selain perpanjangan garansi, GAC Aion juga berkomitmen untuk menyediakan perbaikan dan penggantian unit baterai yang rusak akibat cacat produksi secara gratis. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban finansial dan operasional para pemilik kendaraan yang terdampak.

"Kami bertanggung jawab penuh atas kualitas produk kami sepanjang siklus penggunaan, dan memastikan setiap pemilik kendaraan yang terdampak berhak memperoleh layanan pemeriksaan serta perbaikan secara gratis melalui jaringan purna jual resmi," tegas perwakilan dari CALB.

GAC Aion juga telah mengaktifkan sistem pemantauan jarak jauh. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi anomali pada baterai secara lebih dini, sehingga potensi masalah dapat diidentifikasi sebelum menimbulkan dampak yang lebih serius.