TREN.BISNISMARKET.COM - Dunia kreator konten yang kerap terlihat glamor kini menghadapi tantangan besar terkait stabilitas pendapatan, sebuah tren yang mulai terlihat jelas di Amerika Serikat dan kini merambah Indonesia. Bahkan figur publik papan atas seperti Raffi Ahmad dan rekan-rekannya pun tidak kebal terhadap ketatnya persaingan dan perubahan aturan monetisasi dari platform digital.
Fenomena ini terjadi karena industri kreator yang kian padat, di mana data Goldman Sachs tahun 2023 mencatat sekitar 50 juta orang di dunia mencari nafkah dari media sosial. Angka ini diproyeksikan melonjak signifikan, diperkirakan melampaui 80 juta orang pada pertengahan 2026.
Peningkatan jumlah kreator ini secara langsung menyebabkan penyempitan "kue pendapatan," sehingga porsi yang didapatkan oleh setiap individu menjadi lebih kecil.
Ketimpangan pendapatan semakin mencolok, seperti ditunjukkan oleh data NeoReach tahun 2024, di mana 48% kreator hanya meraup kurang dari US$ 15.000 per tahun. Selanjutnya, data Influencer Marketing Hub memperbarui tren ini, memprediksi bahwa pada 2025-2026, sekitar 55% kreator hanya berpenghasilan di bawah US$ 18.000 setahun.
"Kondisi ini makin memburuk pada periode 2025-2026 menurut pembaruan data Influencer Marketing Hub, yaitu sekitar 55% kreator hanya berpenghasilan di bawah US$ 18.000 atau sekitar Rp 320 juta setahun, sedangkan persentase mereka yang berpenghasilan tinggi justru menyusut menjadi hanya 10% hingga 12%," jelas data tersebut.
Sebagai ilustrasi nyata, The Wall Street Journal pada awal 2026 menyoroti kasus kreator AS, Clint Brantley, yang dengan 400.000 pengikut hanya mengantongi sekitar US$ 42.000 pada 2025, jauh di bawah rata-rata gaji AS sebesar US$ 61.900.
Honda Siapkan Senjata Baru SUV Hybrid Tujuh Penumpang untuk Mengguncang Pasar Asia Tenggara
"Disebutkan, kreator asal Amerika Serikat, Clint Brantley, meskipun memiliki lebih dari 400.000 pengikut dan rata-rata penayangan 100.000 kali per konten, pendapatannya pada tahun 2025 hanya berkisar US$ 42.000 per tahun," ungkap hasil penelusuran The Wall Street Journal.
Perubahan kebijakan monetisasi dari platform menjadi pemicu utama penyempitan aliran kas kreator, mengakhiri era bonus besar untuk menarik pengguna baru. Laporan eMarketer 2025-2026 mengulas bahwa syarat untuk mendapatkan bayaran kini jauh lebih ketat dan tinggi.
Misalnya, TikTok mulai 2025 mengganti dana kreator lama dengan Program Penghargaan Kreator, yang mensyaratkan minimal 10.000 pengikut dan 100.000 penayangan dalam 30 hari untuk konten minimal 60 detik.