TREN.BISNISMARKET.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kominfo) telah mengumumkan hasil lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang menjadi rebutan utama tiga operator seluler besar di Indonesia. Ketiga operator tersebut adalah PT Telkomsel, PT Indosat Tbk. (Indosat Ooredoo Hutchison), dan PT XL Axiata Tbk. (XLSmart).
Hasil lelang ini tidak hanya membagi spektrum frekuensi yang krusial untuk pengembangan teknologi telekomunikasi, namun juga menggambarkan perbedaan mendasar dalam strategi bisnis dan investasi ketiga perusahaan telekomunikasi tersebut di masa depan.
PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) tercatat sebagai operator yang menggelontorkan dana terbesar untuk memenangkan kedua blok frekuensi yang dilelang. Perusahaan hasil merger antara XL Axiata dan Smartfren ini mengajukan total penawaran sekitar Rp 1,3 triliun, dengan rincian Rp 1,06 triliun untuk frekuensi 700 MHz dan Rp 231,6 miliar untuk frekuensi 2,6 GHz.
Dari total penawaran tersebut, XLSmart berhasil mengamankan 80 MHz blok frekuensi. Rinciannya adalah 30 MHz di spektrum 700 MHz dan 50 MHz di spektrum 2,6 GHz, dengan biaya rata-rata Rp 16,25 miliar per MHz.
Di sisi lain, PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., menempatkan diri sebagai penawar terbesar kedua dengan total nilai penawaran melebihi Rp 1,18 triliun. Telkomsel mengalokasikan Rp 642,5 miliar untuk frekuensi 700 MHz dan Rp 545,84 miliar untuk frekuensi 2,6 GHz.
Telkomsel berhasil memperoleh total 100 MHz blok frekuensi, terdiri dari 20 MHz di 700 MHz dan 80 MHz di 2,6 GHz. Dengan demikian, biaya yang dikeluarkan per MHz oleh Telkomsel adalah Rp 11,8 miliar.
PT Indosat Tbk. atau Indosat Ooredoo Hutchison tampil sebagai operator dengan strategi paling efisien dalam lelang ini. Indosat mengajukan total penawaran sebesar Rp 879 miliar, yang terbagi atas Rp 372 miliar untuk 60 MHz di frekuensi 2,6 GHz dan Rp 507,48 miliar untuk 20 MHz di frekuensi 700 MHz.
Melalui strategi yang lebih hemat, Indosat berhasil meraih tambahan 80 MHz blok frekuensi dengan biaya rata-rata yang paling kompetitif, yaitu Rp 11 miliar per MHz.
"Rupiah yang ditawarkan ke pemerintah menggambarkan perbedaan strategi ketiga operator tersebut," demikian pernyataan yang disampaikan terkait hasil lelang.