TREN.BISNISMARKET.COM - Sistem transportasi publik di ibu kota terus menunjukkan tren positif yang signifikan. MRT Jakarta berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa dengan melayani jutaan pengguna jasa dalam satu bulan penuh.

Sepanjang Juni 2026, tercatat sebanyak 4.509.047 pelanggan telah memanfaatkan layanan kereta cepat Ratangga ini. Secara harian, rata-rata penumpang yang menggunakan MRT Jakarta mencapai 150.302 orang setiap harinya.

Antusiasme masyarakat untuk menggunakan transportasi publik pada hari kerja terbilang sangat tinggi. Pada hari Senin hingga Jumat, rata-rata penumpang mencapai 167.975 orang, sementara pada akhir pekan tercatat rata-rata 114.955 pelanggan.

Stasiun Dukuh Atas BNI menjadi stasiun terpadat dengan melayani 780.918 pelanggan selama bulan tersebut. Posisi berikutnya ditempati oleh Stasiun Blok M BCA dengan 518.420 pengguna, disusul Bundaran HI Bank DKI dan Lebak Bulus BSI.

Tingginya mobilitas di Stasiun Dukuh Atas BNI dan Blok M BCA dipengaruhi oleh kemudahan akses menuju moda transportasi lain. Kedua kawasan ini telah berkembang menjadi pusat kegiatan masyarakat urban yang terintegrasi dengan baik.

"Kami terus bersinergi dengan sektor wisata, kuliner, pusat perbelanjaan, hingga penyedia layanan kesehatan untuk meningkatkan angka keterangkutan ini," kata pihak manajemen PT MRT Jakarta (Perseroda).

Kehadiran layanan pengumpan atau feeder juga menjadi kunci penting dalam mempermudah akses masyarakat dari kawasan hunian menuju stasiun terdekat. Layanan ini berkontribusi sekitar 25 persen dari total keseluruhan jumlah penumpang MRT Jakarta.

"Kehadiran angkutan pengumpan tidak hanya menaikkan jumlah penumpang, tetapi juga mendorong budaya berbagi kendaraan di masyarakat," ujar manajemen PT MRT Jakarta (Perseroda).

Sejak Mei 2023, MRT Jakarta juga telah menyesuaikan waktu operasional akhir pekan menjadi pukul 05.00 hingga 24.00 WIB. Langkah ini diambil untuk mendukung berbagai aktivitas warga Jakarta, termasuk saat adanya festival seni dan budaya di sepanjang jalur MRT.