TREN.BISNISMARKET.COM - Meta, raksasa teknologi di balik Facebook dan Instagram, mengumumkan penutupan total fitur berbasis kecerdasan buatan (AI) yang baru saja diluncurkan. Keputusan ini diambil menyusul gelombang kritikan keras dari publik, terutama terkait kekhawatiran masalah privasi data.
Fitur yang menjadi sorotan bernama Muse Image. Alat ini dirancang untuk mengedit gambar yang dihasilkan melalui sketsa, dengan kemampuan input menggunakan foto pengguna. Muse Image merupakan produk perdana dari Meta Superintelligence Labs yang terintegrasi langsung dengan Meta AI.
Sejak diperkenalkan minggu lalu, fitur ini segera menuai banyak kritik. Salah satu alasan utama ketidakpuasan publik adalah mekanisme persetujuan otomatis yang diterapkan pada pengguna.
Kritik tajam datang dari serikat aktor dan profesional media, SAG-AFTRA. Mereka secara tegas mendesak anggota dan seluruh pengguna Instagram untuk menolak penggunaan fitur Muse Image.
"Segala sesuatu selain persetujuan yang jelas dan mencolok untuk penggunaan gambar pengguna Instagram tidak bisa diterima, dan merupakan kesalahan perhitungan besar terkait sentimen publik mengenai bahaya dan kerugian pada penggunaannya," ujar perwakilan SAG-AFTRA.
Menanggapi masukan yang berkembang, Meta memutuskan untuk segera menghapus fitur tersebut. Perusahaan media sosial raksasa ini menyatakan bahwa keputusan penghapusan didasarkan pada umpan balik yang diterima, di mana fitur tersebut dinilai tidak sesuai dengan harapan.
"Tujuan kami adalah menyediakan alat kreatif yang bermanfaat dan dapat memberikan kendali apakah konten publik bisa dirujuk dengan cara ini," jelas Meta, seperti dikutip dari Reuters pada Senin, 13 Juli 2026.
"Kami mendengarkan masukan bahwa fitur ini tidak sesuai harapan, sehingga untuk saat ini tidak lagi tersedia," tambah perwakilan Meta.
SAG-AFTRA menyambut baik keputusan Meta tersebut dan menganggapnya sebagai langkah yang sangat bertanggung jawab.