TREN.BISNISMARKET.COM - Persaingan mencari pekerjaan semakin menantang, terutama bagi generasi muda yang baru lulus. Proses seleksi yang ketat tak hanya terjadi di universitas ternama, namun juga merambah ke dunia kerja, bahkan di perusahaan yang tidak sepopuler raksasa teknologi global.
Sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Milan, Italia, bernama Bending Spoons, baru-baru ini membagikan data mengejutkan mengenai proses rekrutmen mereka. Perusahaan ini, meskipun tidak setenar Apple atau Google, memiliki portofolio akuisisi yang signifikan, termasuk merek digital ternama seperti Evernote, WeTransfer, AOL, dan Vimeo.
Bending Spoons menerima sekitar 800.000 lamaran kerja sepanjang tahun lalu. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 286 orang yang berhasil diterima menjadi karyawan.
Angka penerimaan ini sangatlah rendah, yaitu di bawah 0,04 persen. Hal ini menunjukkan bahwa lebih dari 99 persen pelamar harus menelan kekecewaan.
Tingkat penerimaan ini bahkan jauh lebih sulit dibandingkan dengan masuk ke universitas prestisius di Amerika Serikat. Universitas-universitas tersebut, seperti Harvard, memiliki tingkat penerimaan yang berkisar di angka 4 persen atau lebih tinggi.
CEO Bending Spoons, Luca Ferrari, mengakui betapa ketatnya proses rekrutmen yang mereka jalankan. "Jika orang melihat langsung ke balik layar cara kami menjalankan ini, mereka pasti menganggap kami gila," ujarnya, mengutip dari MSN pada Senin (13/7/2026).
Perusahaan yang didirikan pada tahun 2013 ini, terinspirasi dari film 'The Matrix', beroperasi dengan model bisnis yang unik. Mereka fokus mengakuisisi perusahaan-perusahaan digital yang usianya lebih tua namun masih memiliki basis pengguna yang luas.
Pendekatan akuisisi Bending Spoons bukan sekadar untuk dijual kembali demi keuntungan sesaat. Mereka berupaya merombak dan mempertahankan aset digital tersebut, lalu menginvestasikan kembali laba untuk ekspansi lebih lanjut.
Namun, standar ketat tidak hanya diterapkan dalam pemilihan perusahaan akuisisi, melainkan juga dalam merekrut sumber daya manusia. Jumlah lamaran yang masuk terus melonjak drastis dari tahun ke tahun.