TREN.BISNISMARKET.COM - CCH Holdings Ltd, perusahaan yang dikenal luas melalui bisnis waralaba restoran ayamnya, Chicken Claypot, telah mengumumkan langkah strategis yang mengejutkan banyak pihak. Perusahaan ini memilih untuk beralih fokus dan mengembangkan bisnis penyediaan data center di Malaysia.

Langkah ekspansi ini bukan tanpa alasan kuat, terbukti dengan nilai kontrak yang sangat signifikan. Perusahaan berhasil mengamankan pendapatan sebesar RM 212 juta, yang setara dengan nilai fantastis Rp 939,3 miliar.

Pendapatan besar ini diraih melalui sebuah kontrak kerja sama berjangka waktu tiga tahun. Kontrak tersebut secara spesifik mencakup penyediaan layanan dukungan untuk proyek infrastruktur pusat data yang sedang berkembang pesat di Malaysia.

Anak usaha CCH Holdings Ltd juga telah resmi menandatangani perjanjian penjualan dan layanan definitif dengan beberapa klien yang identitasnya dirahasiakan. Ini menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memasuki sektor teknologi.

"Berdasarkan perjanjian, perusahaan menyediakan solusi layanan pemeliharaan pada klien yang identitasnya dirahasiakan, untuk mendukung proyek infrastruktur pusat data di Malaysia, salah satu pusat infrastruktur digital dan komputasi yang kian penting di kawasan Asia Tenggara," demikian pernyataan resmi perusahaan. Dikutip dari The Star, Senin (13/7/2026).

Selain menyediakan layanan pemeliharaan, CCH Holdings Ltd juga menawarkan berbagai layanan pendukung lainnya. Ini termasuk alokasi kapasitas komputasi yang dibutuhkan, koordinasi proses penyebaran teknologi, hingga konsultasi teknis dan layanan penasihat operasional untuk proyek pusat data milik klien.

Lingkup layanan yang ditawarkan pun sangat fleksibel dan tidak terbatas. CCH Holdings Ltd memiliki kapabilitas untuk memperluas cakupan layanannya ke wilayah tambahan yang sesuai dengan rencana pengembangan jangka panjang dari para kliennya.

CEO CCH Holdings Ltd, Goh Kok E, menjelaskan bahwa kontrak baru di sektor data center ini akan menjadi jembatan bagi perusahaan untuk melakukan diversifikasi ke ranah layanan infrastruktur teknologi. Ia juga menegaskan komitmen untuk tetap memperkuat bisnis restorannya yang sudah ada.

"Kami bermaksud memperkuat operasional restoran kami sambil memanfaatkan kerja sama untuk ekspansi ke dukungan teknis pusat data dan peluang infrastruktur komputasi AI yang lebih luas di Asia Tenggara dan pasar global," ujar Goh Kok E.