TREN.BISNISMARKET.COM - Jakarta, CNBC Indonesia mencatat bahwa Microsoft telah mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam skala besar yang menyentuh 4.800 pegawainya. Jumlah ini merepresentasikan sekitar 2,1 persen dari keseluruhan total karyawan perusahaan teknologi raksasa tersebut.

Perampingan karyawan ini merupakan langkah strategis yang diambil oleh Microsoft untuk melakukan pemangkasan biaya di tengah percepatan adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Dilansir dari CNBC International, gelombang PHK ini bertujuan menyesuaikan struktur perusahaan dengan lanskap teknologi yang berubah cepat.

Unit bisnis Xbox, yang merupakan divisi penting Microsoft dalam persaingan industri game melawan Sony PlayStation, menjadi salah satu sektor yang paling signifikan terkena dampak restrukturisasi ini. Sebanyak 1.600 posisi di Xbox harus dihapus, mencakup seperlima dari total karyawan divisi tersebut.

Amy Coleman, selaku Chief People Officer Microsoft, menyampaikan bahwa kecepatan perubahan teknologi saat ini menuntut adaptasi struktural yang cepat di internal perusahaan. Beliau menyatakan bahwa "Cara teknologi dibangun, dikerahkan, dan digunakan bertransformasi lebih cepat dibanding era mana pun," ujar Amy Coleman.

Selain itu, CEO Xbox, Asha Sharma, mengindikasikan bahwa proses restrukturisasi di divisi game tersebut belum sepenuhnya berakhir. Rencananya, Xbox akan melanjutkan proses pengurangan karyawan dengan merumahkan tambahan 3.200 orang dalam periode waktu mendatang.

Asha Sharma juga menyampaikan bahwa proses transisi ini akan memerlukan waktu dan kesabaran dari seluruh pihak yang terlibat. "Saya tahu restrukturisasi dalam setahun ke depan akan menghadapi banyak tantangan. Sayangnya, tidak mungkin melakukan semua perubahan hanya dalam sehari," kata Asha Sharma.

Kondisi pasar pada tahun 2026 menunjukkan bahwa saham Microsoft menjadi salah satu saham teknologi dengan kinerja terburuk sejak awal tahun, mengalami penurunan signifikan sebesar 19 persen. Penurunan harga saham ini diakibatkan oleh kekhawatiran investor mengenai dampak AI terhadap perangkat lunak enterprise andalan perusahaan pendiri Bill Gates tersebut.

Meskipun beberapa unit seperti layanan cloud dan LinkedIn masih menunjukkan pertumbuhan yang positif, unit bisnis lain menghadapi tekanan yang lebih besar. Tekanan pendapatan khususnya dirasakan pada lisensi sistem operasi Windows dan lini perangkat komputer Surface.

Sebagai konsekuensi dari PHK masif di Xbox, Microsoft memutuskan untuk melepas kepemilikan atas empat studio game yang sebelumnya berada di bawah naungan Xbox. Empat studio yang dilepas tersebut adalah The Compulsion Games, Double Fine Productions, Ninja Theory, dan Undead Labs.