TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah insiden menegangkan terjadi di Hutan Nasional Shasta-Trinity, California Utara, ketika dua peneliti dari Dinas Kehutanan Amerika Serikat (US Forest Service) disandera. Awalnya melakukan observasi habitat katak, kegiatan ilmiah ini mendadak berubah menjadi krisis penyanderaan bersenjata api.
Peristiwa ini melibatkan Joseph Charles Henrichsen dan putranya, Phoenix Henrichsen, yang kini secara resmi didakwa atas tuduhan penculikan. Penangkapan mereka dilakukan setelah insiden penyanderaan tersebut.
Kejadian bermula pada Kamis pagi, 16 Juli. Kedua pelaku dilaporkan menyergap para peneliti dengan menggunakan senapan semi-otomatis. Tangan para ahli biologi tersebut kemudian diikat menggunakan kabel ties sebelum mereka dikurung di dalam sebuah camper-trailer di area terpencil.
Aksi Joseph Henrichsen semakin dramatis ketika ia mengambil alih mobil dinas milik para peneliti. Ia kemudian menghubungi pihak berwenang menggunakan ponsel milik salah satu sandera.
"Saya telah menyandera dua ahli biologi federal dari Dinas Kehutanan. Saya sedang mengendarai kendaraan petugas sekarang," demikian bunyi pesan Joseph Henrichsen dalam berkas affidavit pengadilan, Dikutip dari Futurism.
Dalam ancamannya, Joseph sempat membawa salah satu peneliti wanita ke dalam truk dinas. Ia mengklaim memegang peluru tajam yang siap ditembakkan dan menuntut untuk berbicara langsung dengan agen federal.
Beruntung, drama penyanderaan yang berlangsung menegangkan ini berakhir tanpa pertumpahan darah. Setelah melalui proses negosiasi yang alot dengan tim negosiasi aparat, kedua pelaku akhirnya membebaskan para sandera.
Kedua pelaku kemudian