TREN.BISNISMARKET.COM - Kebutuhan pelumas domestik Indonesia tercatat mencapai angka fantastis, yaitu 1,23 miliar liter setiap tahunnya. Angka ini menunjukkan betapa vitalnya ketersediaan produk oli untuk berbagai sektor di tanah air.

Menjawab tantangan besar tersebut, PT Pertamina Lubricants bergerak sigap untuk memastikan pasokan oli tetap aman, khususnya bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur. Langkah ini menjadi prioritas utama perusahaan dalam menjaga stabilitas industri dan mobilitas.

Perusahaan pelumas pelat merah ini mengandalkan fasilitas produksinya di Gresik sebagai basis utama untuk memperkuat kapasitas produksi. Pabrik ini memiliki peran krusial dalam memenuhi lonjakan permintaan oli di berbagai daerah.

"Kebutuhan oli domestik kita mencapai 1,23 miliar liter per tahun," ujar Direktur Utama Pertamina Lubricants, Ida Nuryati. Pernyataan ini menegaskan urgensi dalam menjaga rantai pasok produk pelumas.

"Pertamina Lubricants pastikan pasokan aman dengan penguatan produksi di Gresik," tambah Ida Nuryati. Komitmen ini menjadi landasan strategis perusahaan dalam menghadapi potensi kelangkaan.

Penguatan produksi di Gresik ini dilakukan melalui berbagai upaya, termasuk optimalisasi lini produksi dan peningkatan efisiensi operasional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan volume produksi oli secara signifikan.

Fokus pada Indonesia Timur bukan tanpa alasan, mengingat kebutuhan logistik dan mobilitas di wilayah tersebut terus meningkat seiring dengan geliat ekonomi. Ketersediaan oli menjadi faktor penentu kelancaran aktivitas tersebut.

Dengan strategi ini, Pertamina Lubricants berupaya untuk meminimalkan risiko kekurangan pasokan oli di seluruh penjuru Indonesia, termasuk daerah-daerah yang secara geografis memiliki tantangan distribusi lebih besar.

Upaya ini juga sejalan dengan komitmen Pertamina Lubricants untuk terus memberikan produk berkualitas dan layanan terbaik kepada seluruh konsumen di Indonesia. Keandalan pasokan menjadi salah satu pilar utama dalam membangun kepercayaan pelanggan.