TREN.BISNISMARKET.COM - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. atau PGN telah memberikan kepastian mengenai penyesuaian harga gas yang berbasis pada liquefied natural gas (LNG). Keputusan ini diambil setelah melalui kajian mendalam dan peninjauan komprehensif oleh perusahaan.

Keputusan untuk menerapkan penyesuaian harga secara bertahap ini dijadwalkan akan dimulai pada bulan Juni tahun 2026 mendatang. Hal ini disampaikan sebagai respons terhadap dinamika biaya perolehan gas di pasar internasional.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa evaluasi menyeluruh telah dilakukan sebelum penyesuaian ini diputuskan. Proses ini juga melibatkan koordinasi erat dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

"PGN telah berupaya menahan dampak kenaikan biaya tersebut selama beberapa bulan di awal tahun dan baru menerapkan penyesuaian secara bertahap pada Juni 2026 setelah melalui evaluasi menyeluruh serta koordinasi dengan kementerian terkait," ujar Fajriyah Usman kepada Bisnis pada hari Rabu, 24 Juni 2026.

Fajriyah menegaskan bahwa kenaikan harga ini tidak akan memengaruhi seluruh basis pelanggan PGN. Secara spesifik, hanya sekitar 21% dari total pasokan gas yang dikelola PGN yang berbasis LNG yang akan mengalami penyesuaian harga.

Dampak terbesar dari penyesuaian harga LNG ini diperkirakan akan dirasakan oleh pelanggan yang berada di wilayah Jawa bagian barat. Sementara itu, sebagian besar pasokan lainnya tetap stabil.

Adapun sekitar 79% pasokan gas lainnya, termasuk gas pipa dan pasokan untuk tujuh sektor industri penerima Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), dipastikan tidak akan mengalami kenaikan. Pasokan ini akan terus mengikuti ketetapan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

PGN berharap bahwa penyesuaian harga berbasis LNG ini akan bersifat sementara, mengingat harga LNG sangat bergantung pada pergerakan indikator energi global. Perusahaan terus memantau tren pasar energi dunia.

"Dengan tren penurunan harga minyak mentah yang mulai terlihat sejak pertengahan Juni 2026, kami harapkan harga gas berbasis LNG yang kami beli dari produsen LNG juga berpotensi mengalami penurunan dalam sekitar tiga bulan ke depan sesuai formula yang berlaku," sebut Fajriyah Usman.