TREN.BISNISMARKET.COM - PT Pos Indonesia (Persero) kini mengambil peran sentral dalam upaya konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor logistik nasional. Agenda pembentukan holding ini bertujuan strategis, tidak hanya untuk merevitalisasi Pos Indonesia yang telah berusia lebih dari dua abad, tetapi juga untuk memperkuat posisi BUMN dalam meraup pangsa pasar logistik nasional yang nilainya fantastis.

Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, menjelaskan bahwa peta jalan konsolidasi ini telah disusun secara matang oleh Danantara. Tahapan awal yang dilakukan adalah melakukan kajian bisnis mendalam sebelum melangkah pada penyederhanaan struktur usaha di antara entitas-entitas yang terlibat.

Saat ini, terdapat sekitar 15 entitas logistik BUMN yang beroperasi secara independen dengan skala bisnis yang masih terbatas. Padahal, potensi pasar logistik nasional diperkirakan mencapai Rp3.000 triliun, sementara kontribusi gabungan seluruh BUMN logistik masih jauh di bawah 3%.

Kondisi terfragmentasi ini menyebabkan banyak potensi sinergi yang belum tergarap secara optimal oleh BUMN. Sebagai contoh, Pos Logistik memiliki keunggulan di angkutan darat, sementara entitas afiliasi Pelindo atau Pelni unggul dalam logistik maritim dan pelayaran.

Lebih lanjut, pemanfaatan teknologi di antara entitas-entitas BUMN tersebut juga berjalan sendiri-sendiri, sehingga belum mampu membentuk ekosistem logistik yang terintegrasi secara menyeluruh. Hal ini menjadi salah satu fokus utama yang ingin diatasi melalui langkah konsolidasi ini.

Daud Joseph menguraikan bahwa konsolidasi tahap pertama akan melibatkan sembilan perusahaan logistik yang akan menjadi fondasi utama holding BUMN logistik. Diharapkan pada tahun pertama operasional gabungan, sinergi ini mampu menghasilkan pendapatan tambahan sebesar Rp2,38 triliun dengan perkiraan laba sekitar Rp100 miliar.

Sembilan perusahaan yang akan dikonsolidasikan pada tahap awal ini meliputi PT Multi Terminal Indonesia (MTI), PT Prima Indonesia Logistik (PIL), PT Pos Logistik Indonesia (Poslog), PT Sarana Bandar Logistik (SBL), PT KBN Prima Logistik (KPL), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), PT Krakatau Jasa Logistik (KJL), PT Semen Indonesia Logistik (Silog), dan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog).

Pada fase awal integrasi, seluruh perusahaan tersebut akan dikonsolidasikan terlebih dahulu ke dalam PT Multi Terminal Indonesia sebagai surviving entity. Selanjutnya, direncanakan pada tahun 2027, seluruh saham perusahaan hasil peleburan ini akan berada di bawah naungan PT Pos Indonesia sebagai induk holding utama.

"Sehingga nanti anak perusahaan ini akan lengkap lini bisnisnya di seluruh Indonesia," ujar Daud Joseph, menyoroti harapan agar perusahaan yang tadinya kuat di Jawa atau wilayah tertentu dapat terintegrasi dan menawarkan layanan yang cakupannya lebih luas.