TREN.BISNISMARKET.COM - Marvell Technology, perusahaan semikonduktor yang memiliki akar kuat di Indonesia melalui para pendirinya, kini menjadi sorotan utama di industri teknologi global. Perusahaan ini mendapat pujian tinggi dari CEO Nvidia, Jensen Huang, yang memprediksi valuasi masa depannya yang luar biasa.
Sorotan ini terjadi ketika Jensen Huang tampil bersama CEO Marvell, Matthew Murphy, dalam rangkaian acara Computex Week yang diselenggarakan di Taiwan pekan lalu. Dalam kesempatan tersebut, Huang secara eksplisit menyebut Marvell sebagai perusahaan yang berpotensi menyusul jejak raksasa teknologi lainnya.
Huang memproyeksikan bahwa Marvell Technology memiliki potensi untuk menjadi perusahaan berikutnya yang mencapai valuasi pasar sebesar US$ 1 triliun, setara dengan kurang lebih Rp 18.200 triliun. Proyeksi ini menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap peran krusial Marvell di masa depan komputasi.
Saat ini, kapitalisasi pasar Marvell tercatat berada di angka sekitar US$ 230 miliar, atau setara dengan Rp 4.184 triliun. Apabila prediksi Huang terwujud, saham perusahaan tersebut masih memiliki potensi kenaikan lebih dari empat kali lipat dari posisi saat ini.
Lebih lanjut, Jensen Huang menekankan pentingnya peran Marvell dalam ekosistem data center modern. Ia menyoroti kemampuan chip buatan Marvell dalam menghubungkan ribuan chip komputasi dan mendistribusikan beban kerja secara efektif.
"Jika Anda melihat masalah komputasi, dan dibagikan ke beberapa bagian, kemudian didistribusikan ke penjuru data center, hal yang paling penting adalah konektivitas. Ini adalah alasan Matt sukses. Alasan Marvell sangat penting," ujar Jensen Huang.
Marvell Technology didirikan pada tahun 1995 oleh dua bersaudara asal Indonesia, Sehat Sutardja (yang wafat pada 2024) dan Pantas Sutardja, bersama dengan istri Sehat, Wiliedai. Mereka memilih nama 'Marvell' karena aspirasi untuk menciptakan perangkat-perangkat yang 'marvelous' atau menakjubkan.
Chip yang dirancang oleh Marvell memainkan peran fundamental dalam infrastruktur data global yang kini menjadi tulang punggung teknologi masa kini. Produk mereka diaplikasikan untuk mendukung data center cloud, kecerdasan buatan (AI), jaringan 5G, hingga jaringan internal perusahaan skala besar.
Investor menunjukkan minat tinggi, yang diperkuat oleh rencana integrasi Marvell ke dalam indeks bergengsi S&P 500 pada tanggal 22 Juni mendatang. Langkah ini seringkali meningkatkan visibilitas dan permintaan saham secara signifikan.