TREN.BISNISMARKET.COM - Bursa saham Indonesia bersiap menyambut partisipan baru dari sektor manufaktur alat kesehatan, yaitu PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), yang kini dalam tahap penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Emiten ini berencana melepas sebanyak 522,9 juta saham baru kepada publik dalam rangkaian penawaran perdana yang tengah disiapkan ini.

Target ambisius perusahaan adalah meraup dana segar minimal mencapai Rp 62,75 miliar dari keseluruhan transaksi IPO saham tersebut.

PRDL merupakan perusahaan manufaktur yang fokus pada pengolahan alat kesehatan yang digunakan untuk diagnosis medis, atau dikenal sebagai produsen alat kesehatan in vitro diagnostic (IVD).

Perusahaan ini telah beroperasi sejak tahun 2010, dan mulai memproduksi reagen kimia pada tahun 2012, mengukuhkan posisinya di pasar domestik.

Lebih lanjut, disebutkan bahwa PRDL telah berhasil melayani lebih dari 7.600 pengguna akhir, dengan mayoritas pengguna tersebut adalah fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas.

PRDL juga mengklaim diri sebagai perusahaan domestik pertama yang mampu memproduksi reagen kimia dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diklaim mencapai lebih dari 70 persen.

Dana yang berhasil dihimpun melalui IPO saham ini memiliki alokasi strategis, di mana 60% dari total dana akan digunakan untuk melunasi kewajiban utang perusahaan.

Sisa dana hasil IPO tersebut direncanakan akan dialokasikan untuk keperluan belanja modal (capital expenditure) serta penambahan modal kerja operasional perusahaan.