TREN.BISNISMARKET.COM - PT Martina Berto Tbk (MBTO) telah menetapkan target ambisius terkait kinerja keuangan mereka dalam beberapa tahun ke depan. Perusahaan kosmetik ternama ini membidik pencapaian penjualan fantastis hingga mencapai Rp 501,82 miliar pada tahun 2026 mendatang.

Target pendapatan yang signifikan ini merupakan bagian dari rencana strategis jangka menengah perusahaan untuk meningkatkan skala bisnis secara berkelanjutan. Pencapaian tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi MBTO di industri kecantikan nasional maupun regional.

Untuk merealisasikan proyeksi besar ini, MBTO telah merancang serangkaian strategi utama yang berfokus pada tiga pilar utama. Pilar tersebut mencakup penguatan signifikan pada lini digital, upaya penetrasi pasar di kalangan generasi muda, serta ekspansi pasar ekspor di kawasan Asia Tenggara.

Salah satu langkah krusial yang akan ditempuh adalah penguatan kapabilitas digital perusahaan secara menyeluruh. Hal ini mencakup optimalisasi platform penjualan daring dan peningkatan interaksi dengan konsumen melalui kanal-kanal digital yang relevan.

Selain fokus pada ranah virtual, MBTO juga menargetkan penetrasi pasar yang lebih dalam di kalangan Generasi Z (Gen Z) melalui kegiatan yang terpusat di lingkungan kampus. Strategi ini bertujuan untuk membangun loyalitas merek sejak dini pada segmen konsumen muda yang dinamis.

Aspek pertumbuhan eksternal juga menjadi perhatian utama, di mana MBTO berencana untuk memperluas jangkauan pasar ekspor mereka. Fokus utama ekspansi geografis ini diarahkan ke negara-negara potensial di wilayah Asia Tenggara.

Performa finansial perusahaan pada kuartal pertama tahun berjalan juga menunjukkan tren positif yang mendukung optimisme ini. MBTO berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 14,93 miliar pada periode Kuartal I.

"Strategi utamanya penguatan digital, penetrasi Gen Z di kampus, ekspansi pasar ekspor Asia Tenggara," ujar perwakilan perusahaan mengenai fokus utama MBTO ke depan.

Sementara itu, kinerja laba pada awal tahun ini memberikan fondasi yang kuat bagi perusahaan dalam menjalankan rencana ekspansi dan pengembangan strategi hingga tahun 2026. Peningkatan laba ini menjadi indikasi awal keberhasilan inisiatif yang telah dijalankan.