TREN.BISNISMARKET.COM - Tiga lembaga internasional terkemuka, yaitu Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 akan berada di bawah target yang ditetapkan oleh pemerintah. Proyeksi ini muncul sebagai respons terhadap berbagai tantangan ekonomi global dan domestik yang dihadapi Indonesia.
Pemerintah Indonesia telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% untuk tahun 2026, yang menjadi salah satu asumsi kunci dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Bersamaan dengan itu, defisit fiskal diproyeksikan sebesar 2,68% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menurut laporan "World Economic Outlook Update" yang diterbitkan IMF pada Juli 2026, pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang dan pasar berkembang (emerging markets) secara umum diperkirakan melambat menjadi 3,8% pada tahun 2026. Laporan tersebut juga mencatat bahwa revisi ini bersifat heterogen, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti ketergantungan pada komoditas, paparan geografis, pengiriman uang, pariwisata, dan sensitivitas terhadap kondisi keuangan global.
Dalam konteks ini, Indonesia, yang termasuk dalam kategori negara berkembang dan emerging markets, diprediksi akan mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5% pada tahun 2026. Angka ini tidak mengalami perubahan dari perkiraan sebelumnya yang dirilis pada April 2026, di tengah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2027 juga tidak menunjukkan peningkatan signifikan, dengan perkiraan hanya mencapai 5,1%. Angka ini hampir serupa dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 yang tercatat sebesar 5,11%.
"Revisi tersebut bersifat heterogen, mencerminkan perbedaan dalam ketergantungan komoditas, paparan geografis, pengiriman uang dan penerimaan pariwisata, sensitivitas terhadap kondisi keuangan, dan posisi dalam rantai nilai teknologi global," dikutip dari laporan IMF tersebut, Sabtu (11/7/2026).
Padahal, pemerintah Indonesia memiliki target yang lebih ambisius untuk tahun 2027. Berdasarkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Rancangan APBN (RAPBN) 2027, pemerintah membidik rentang pertumbuhan ekonomi antara 5,8% hingga 6,5%. Target batas bawah ini saja sudah melampaui proyeksi dari IMF serta dua lembaga internasional lainnya.
Bank Dunia, dalam laporan "Global Economic Prospects" edisi Juni 2026, juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sebesar 5% pada tahun ini. Proyeksi ini pun sama dengan publikasi sebelumnya pada April 2026, dengan perkiraan pertumbuhan sedikit meningkat menjadi 5,2% pada tahun 2027.
"Indonesia diproyeksikan mengalami penurunan pertumbuhan yang lebih moderat, sebagian karena ketergantungan yang lebih rendah pada impor energi dari Timur Tengah, dengan pertumbuhan melambat dari 5,1% pada 2025 menjadi 4,7% pada 2026, diikuti oleh pemulihan menjadi 5,0% pada 2027," dikutip dari laporan OECD Economic Outlook Under Pressure Juni 2026 lalu.