TREN.BISNISMARKET.COM - Proyeksi pasar robot humanoid di Tiongkok diprediksi akan mengalami peningkatan signifikan, sebagaimana disampaikan oleh Morgan Stanley. Bank investasi global tersebut menilai bahwa transisi industri dari fase demonstrasi menuju komersialisasi berlangsung jauh lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Morgan Stanley dalam publikasi terbarunya memproyeksikan bahwa pengiriman robot humanoid di Tiongkok akan mencapai angka 50.000 unit sepanjang tahun ini. Angka tersebut merupakan hampir dua kali lipat dari estimasi sebelumnya yang hanya mencapai 28.000 unit, menunjukkan akselerasi adopsi yang cepat.

Lebih lanjut, bank investasi tersebut memperkirakan nilai pasar robot humanoid Tiongkok akan menyentuh US$2 miliar pada tahun berjalan dan berpotensi melesat menjadi US$15 miliar pada tahun 2030. Proyeksi pengiriman tahunan pun diprediksi menembus 446.000 unit pada akhir dekade ini.

Estimasi yang dipaparkan tersebut secara spesifik hanya menghitung penjualan ke pasar komersial dan tidak memasukkan unit yang digunakan untuk prototipe, uji coba pra-pemesanan, maupun pemanfaatan internal oleh perusahaan.

Analis ekuitas Morgan Stanley, Sheng Zhong, memberikan pandangan mengenai percepatan ini, "Verifikasi komersial, dukungan kebijakan, dan umpan balik dari rantai pasok menunjukkan adopsi robot humanoid di China berlangsung lebih cepat," Dikutip dari CNBC Internasional, Senin (29/6/2026).

Pemerintah Tiongkok menjadikan pengembangan embodied AI atau kecerdasan buatan yang tertanam pada sistem fisik seperti robot sebagai salah satu prioritas utama dalam rencana lima tahun ke depan. Beijing turut mengarahkan pemerintah daerah untuk menyediakan subsidi berupa lahan dan ruang kantor bagi perusahaan rintisan.

Dukungan pemerintah juga terlihat dari arahan kepada sektor perbankan agar menyediakan pembiayaan dengan syarat yang lebih ringan bagi perusahaan teknologi robotik. Sementara itu, sejumlah produsen lokal kini berlomba meningkatkan kapasitas produksi untuk mengoperasikan robot di berbagai sektor, mulai dari pabrik hingga restoran.

Berdasarkan data dari firma riset Omdia, sekitar 13.000 robot humanoid telah dikirimkan secara global sepanjang tahun lalu, di mana perusahaan-perusahaan Tiongkok mendominasi lima besar pengiriman global. Sebaliknya, perusahaan AS, Figure AI, berada di peringkat ketujuh, dan Tesla menempati posisi kesembilan.

CEO Tesla, Elon Musk, sempat menyatakan bahwa robot humanoid Optimus milik perusahaannya baru akan mulai tersedia untuk penjualan publik pada akhir tahun 2027.