TREN.BISNISMARKET.COM - Kemampuan kognitif dan ketajaman otak bukanlah hasil bawaan yang statis sejak lahir, melainkan aset yang dapat terus diasah sepanjang usia. Hal ini mencakup peningkatan kemampuan berpikir, menyerap informasi baru, hingga memperkuat daya ingat.

Peningkatan kapasitas otak ini dapat dicapai melalui perluasan wawasan dan penerapan latihan memori sederhana dalam rutinitas keseharian. Upaya ini tidak memerlukan biaya besar atau alokasi waktu yang signifikan.

Informasi mengenai cara-cara ini dibagikan oleh Jeff Haden, seorang kontributor dan penulis di media Inc., berdasarkan penelitian ilmiah dan ilmu saraf terkini. Lima langkah ini dirangkum pada Rabu (17/6/2026).

Dilansir dari CNBC Indonesia, salah satu metode pertama adalah mengucapkannya dengan lantang. Mengucapkan nama atau fakta tertentu dengan suara keras terbukti efektif dalam meningkatkan proses mengingat.

"Saat informasi diucapkan dengan lantang, otak memprosesnya melalui dua jalur sekaligus. Pertama adalah jalur penglihatan saat informasi dibaca atau dilihat. Kedua adalah jalur pendengaran saat suara ucapan tersebut didengar," demikian penjelasan mengenai teori di balik metode ini.

Proses pemrosesan ganda ini menjadikan informasi tersebut lebih menonjol dan tertanam lebih kuat dalam memori jangka panjang dibandingkan hanya dibaca dalam hati. Penelitian yang mendukung temuan ini diterbitkan dalam Journal of Experimental Psychology.

Metode kedua adalah melakukan aktivitas mengingat kembali (retrieval practice) selama kurang lebih 40 detik setelah menerima informasi baru. Sebuah penelitian dalam Journal of Neuroscience tahun 2015 menyoroti manfaat latihan singkat ini.

Latihan ini diyakini mengaktifkan cingulate posterior, area otak yang krusial dalam menyusun ingatan dan memahami korelasi antar berbagai data. Kebiasaan ini membantu meningkatkan kemampuan mengingat detail yang kompleks jika dilakukan secara konsisten.

Selanjutnya, cara ketiga adalah membiasakan diri mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri saat menerima pengetahuan baru. Kebiasaan ini terbukti mampu meningkatkan daya ingat hingga sekitar 50 persen, berdasarkan temuan Canadian Journal of Experimental Psychology.