TREN.BISNISMARKET.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan sentimen positif yang signifikan pada perdagangan hari ini, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil membalikkan keadaan setelah sehari sebelumnya mengalami penurunan drastis. Kenaikan tajam sebesar 1,96% ini membawa IHSG bertengger di level 5.999,04 pada penutupan sesi kedua.
Investor di pasar saham domestik tampak melepaskan beban kekhawatiran pasca anjloknya indeks sebesar 3,56% sehari sebelumnya, ditandai dengan seluruh sektor berhasil ditutup dalam zona hijau. Pergerakan indeks sempat dibuka negatif sebelum akhirnya mengalami akselerasi kuat sepanjang sesi perdagangan hari ini.
Secara kuantitatif, pergerakan pasar menunjukkan dominasi saham yang menguat, dengan tercatat 537 emiten berhasil mencatatkan kenaikan harga, sementara 135 emiten turun, dan 141 lainnya stagnan. Meskipun terjadi penguatan persentase yang besar, nilai transaksi tercatat relatif moderat yakni mencapai Rp 13,65 triliun, melibatkan 22,58 miliar saham dalam 1,70 juta kali transaksi.
Kapitalisasi pasar di bursa hari ini masih berada di bawah ambang batas psikologis Rp 11.000 triliun, tercatat sebesar Rp 10.542 triliun. Data dari Refinitiv mengonfirmasi bahwa penguatan IHSG terjadi secara luas, dengan seluruh 10 sektor industri berhasil mencatatkan kenaikan, termasuk sektor teknologi yang memimpin dengan lonjakan 3,56%.
Sektor konsumer primer dan industri juga memberikan kontribusi kuat terhadap kenaikan indeks, masing-masing menguat sebesar 3,08% dan 1,76%. Penguatan ini menunjukkan adanya minat beli yang merata di berbagai lini bisnis pada penutupan perdagangan hari ini.
Motor utama kenaikan IHSG hari ini adalah saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar (blue chip), yang menjadi penopang utama pergerakan indeks. PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) tercatat sebagai kontributor terbesar dengan memberikan sumbangan 19,73 poin terhadap penguatan IHSG secara keseluruhan.
Kontribusi signifikan lainnya datang dari saham-saham unggulan lainnya, seperti PT Astra International Tbk (ASII) yang menyumbang 11,17 poin, diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 9,37 poin, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan kontribusi 6,27 poin. Dukungan juga terlihat dari saham seperti MDKA, DSSA, BRPT, AMRT, BMRI, dan EMAS.
Menatap perdagangan hari Kamis (25/6/2026), pergerakan IHSG diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh hasil review MSCI yang memutuskan mempertahankan klasifikasi Indonesia sebagai Emerging Market. Keputusan ini sangat penting karena meredakan kekhawatiran pasar akan potensi keluarnya dana asing secara masif jika status Indonesia diturunkan menjadi Frontier Market.
Dilansir dari CNBC Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah menilai bahwa keputusan MSCI tersebut merupakan cerminan dari kepercayaan investor global yang masih kuat terhadap pasar keuangan Indonesia. OJK sendiri berkomitmen untuk terus melanjutkan reformasi guna memperkuat integritas dan transparansi pasar, sementara pemerintah menganggap evaluasi lanjutan oleh MSCI sebagai proses yang wajar.