TREN.BISNISMARKET.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa impresif dengan melesat 1,74% pada penutupan perdagangan Selasa, 21 Juli 2026, mencapai level 6.340,02.
Pergerakan positif ini ditandai dengan dominasi saham yang menguat, sebanyak 421 saham, berbanding 205 saham stagnan dan hanya 169 saham yang mengalami pelemahan.
Volume perdagangan pada hari itu tercatat sangat aktif, mencapai 51,06 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp 21,50 triliun, serta frekuensi perdagangan sebanyak 2,94 juta kali.
Lonjakan IHSG kali ini bertepatan dengan momentum pengesahan Rancangan Undang-Undang Pusat Financial Internasional Indonesia (RUU PFII) yang baru saja diketok palu oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Sebelumnya, IHSG telah membuka perdagangan Selasa dengan tren menguat, melanjutkan reli yang sudah berlangsung selama sembilan hari bursa berturut-turut.
Tren positif ini semakin mengukuhkan performa IHSG di bulan Juli 2026, di mana indeks ini tercatat melesat dalam 14 dari 15 hari perdagangan terakhir, hanya sekali ditutup melemah pada 8 Juli 2026.
Sejak pelemahan terakhir pada 8 Juli 2026, IHSG telah membukukan kenaikan sebesar 7,93%. Secara keseluruhan, sepanjang bulan Juli (month-to-date/MtD), IHSG telah menguat hingga 12,35%.
Dikutip dari data Refinitiv, sektor utilitas memimpin kenaikan dengan lonjakan 4,68%, diikuti oleh sektor properti (3,97%), barang baku (3,53%), dan energi (2,95%). Sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami pelemahan pada hari tersebut.
Emiten yang menjadi penggerak utama kinerja IHSG hari ini adalah Amman Mineral Internasional (AMMN) dengan kontribusi 11,82 indeks poin, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) sebesar 7,31 indeks poin, dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang menyumbang 10,74 indeks poin.