TREN.BISNISMARKET.COM - Mata uang Rupiah memulai perdagangan Jumat (17/7/2026) dengan posisi yang tidak berubah terhadap Dolar Amerika Serikat. Nilai tukar rupiah tercatat stagnan di angka Rp17.980 per dolar AS.
Pergerakan ini terjadi setelah rupiah berhasil mencatatkan penguatan signifikan sebesar 0,44% pada penutupan perdagangan sebelumnya. Penguatan tersebut berhasil membawa mata uang Garuda menembus level Rp18.000 per dolar AS.
Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY), yang menjadi tolok ukur kekuatan mata uang Paman Sam terhadap enam mata uang utama dunia, juga menunjukkan stabilitas. Pada pukul 09.00 WIB, DXY berada di posisi 100,753, setelah sebelumnya mengalami penguatan 0,28%.
Dikutip dari Refinitiv, dinamika pergerakan rupiah pada hari ini diprediksi masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen dari pasar global. Perkembangan konflik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor eksternal yang patut dicermati.
Meskipun dolar AS cenderung stabil pada perdagangan Jumat, mata uang tersebut berada dalam tren pelemahan secara mingguan. Hal ini dipicu oleh data inflasi AS yang dilaporkan lebih rendah dari perkiraan.
Penurunan inflasi tersebut membuat pelaku pasar cenderung mengurangi spekulasi mengenai kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), dalam waktu dekat. "Pelaku pasar mengurangi taruhan terhadap kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) dalam waktu dekat," demikian dilaporkan.
Di sisi lain, data ekonomi AS menunjukkan ketahanan yang cukup baik, terutama pada sektor pasar tenaga kerja yang dilaporkan stabil. Namun, para ekonom memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunganya pada pertemuan bulan ini, sejalan dengan melandainya inflasi konsumen AS pada Juni.
Namun demikian, para pejabat The Fed masih menunjukkan kehati-hatiannya. Perbaikan inflasi yang baru terlihat dalam satu bulan terakhir, setelah sebelumnya menunjukkan tren kenaikan, menjadi pertimbangan utama.
"Pejabat The Fed masih berhati-hati karena perbaikan inflasi baru terlihat dalam satu bulan, setelah sebelumnya bergerak naik selama beberapa bulan," demikian analisis yang disampaikan.