TREN.BISNISMARKET.COM - PT Niramas Utama Tbk (JELI), emiten yang baru saja mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), menghadapi koreksi harga yang cukup dalam pada perdagangan Senin (13/7/2026). Saham JELI dilaporkan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) pada level Rp1.275 per saham.

Penurunan tajam ini terjadi hanya lima hari setelah saham perusahaan resmi diperdagangkan di bursa. Saham JELI tercatat anjlok sebesar 14,72% dari harga penawarannya.

Pergerakan harga saham JELI pada hari itu menunjukkan volume perdagangan yang cukup signifikan. Tercatat sebanyak 19,25 juta lembar saham berpindah tangan dengan frekuensi transaksi mencapai 5.220 ribu kali.

Nilai transaksi total saham JELI pada hari perdagangan tersebut mencapai Rp13,08 miliar. Angka ini mencerminkan tingginya aktivitas jual beli yang terjadi di pasar.

Menjelang penutupan sesi perdagangan pagi, tercatat antrian jual yang masif pada saham JELI. Sebanyak 353.929 lot saham antri untuk dijual, sementara tidak terpantau adanya antrian beli.

Perlu diingat, PT Niramas Utama Tbk (JELI) melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan melepas sebanyak 266.000.000 saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 21,01% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh pasca-IPO.

Dalam proses penawaran umum perdananya, JELI menetapkan harga penawaran sebesar Rp900 per saham. Harga ini menjadi acuan awal bagi investor yang tertarik untuk memiliki saham perusahaan.

Peran penting dalam suksesnya penawaran umum perdana JELI diemban oleh PT Sucor Sekuritas, yang bertindak sebagai underwriter tunggal. Perusahaan sekuritas ini menjadi mitra strategis emiten dalam proses go public.

"Saham JELI yang baru melantai 5 hari melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 14,72%," demikian dilaporkan.