TREN.BISNISMARKET.COM - Saham perusahaan antariksa ternama, SpaceX, kembali menunjukkan tren penurunan yang mengkhawatirkan. Setelah sempat mencatat rekor saat penawaran umum perdana (IPO), saham perusahaan milik Elon Musk ini kini mengalami pelemahan selama empat sesi perdagangan berturut-turut.

Penurunan ini berujung pada saham SpaceX yang diperdagangkan di bawah harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar US$135 untuk pertama kalinya pada Rabu, 15 Juli. Kondisi ini menandai periode sulit bagi saham yang sebelumnya disambut euforia tinggi oleh para investor.

Sejak IPO, saham SpaceX telah terkoreksi sekitar 23%. Pada penutupan perdagangan Selasa, 21 Juli, saham perusahaan roket ini berada di level US$123. Pelemahan ini menunjukkan bahwa antusiasme awal investor terhadap perusahaan kedirgantaraan ini mulai mendingin.

Debut SpaceX di bursa pada bulan lalu memang terbilang spektakuler. Penawaran sahamnya berhasil menghimpun dana rekor senilai US$86 miliar. Keberhasilan ini juga turut mengukuhkan pendirinya, Elon Musk, sebagai orang pertama yang mencapai status triliuner global.

Kondisi pelemahan saham SpaceX ini terjadi menjelang uji penerbangan ke-13 Starship yang dijadwalkan sehari setelahnya. Penurunan ini menjadi sinyal bahwa euforia pasar terhadap perusahaan antariksa ini mereda, hanya dalam kurun waktu sebulan setelah peluncuran IPO yang sukses besar.

Dikutip dari CNBC Internasional, IPO SpaceX sebelumnya sempat memicu potensi tren panas di pasar keuangan. Hal ini dikarenakan sejumlah perusahaan teknologi besar lainnya, seperti Anthropic dan OpenAI, dikabarkan berpotensi untuk segera menyusul melantai di bursa.

Kedua perusahaan tersebut dilaporkan telah mengajukan dokumen secara rahasia kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat terkait rencana IPO mereka. Namun, hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai rencana konkret dari Anthropic dan OpenAI untuk melakukan penawaran umum perdana.

Pada periode awal perdagangan di bulan pertama, saham SpaceX sempat melonjak tajam hingga menembus angka US$225 per saham. Bahkan, saham perusahaan ini sempat meroket sekitar 20% pada hari perdagangan penuh pertamanya.

Momentum kenaikan saham SpaceX turut mendapat dorongan tambahan setelah perusahaan tersebut resmi masuk ke dalam indeks Nasdaq-100. Keterlibatan SpaceX dalam indeks ini secara otomatis mendorong investor pasif untuk membeli sahamnya melalui reksa dana atau produk investasi yang melacak kinerja indeks tersebut.