TREN.BISNISMARKET.COM - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengambil langkah strategis untuk menstabilkan kondisi pasar komoditas unggas, khususnya harga telur ayam di tingkat peternak. Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap penurunan harga jual yang dinilai terlalu rendah bagi para produsen.
Upaya penyelamatan peternak ini difokuskan melalui pemberian subsidi berupa jagung pakan ternak. Bapanas mengalokasikan stok jagung pakan dalam jumlah besar untuk segera disalurkan ke wilayah-wilayah peternakan yang terdampak.
Secara spesifik, subsidi jagung pakan yang digelontorkan oleh Bapanas mencapai total volume 242.000 ton. Alokasi ini merupakan upaya serius pemerintah untuk meringankan beban biaya operasional peternak.
Total nilai anggaran yang digelontorkan untuk program subsidi jagung pakan ini adalah sebesar Rp678 miliar. Angka ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan usaha sektor peternakan unggas nasional.
Kondisi pasar terkini menunjukkan bahwa harga telur di tingkat peternak mengalami tekanan signifikan. Penurunan harga ini membuat keuntungan peternak tergerus secara drastis dan mengancam keberlangsungan produksi.
Salah satu indikator penurunan harga yang cukup mengkhawatirkan adalah harga telur di tingkat peternak yang dilaporkan telah anjlok hingga mencapai level Rp17.000 per kilogram. Angka tersebut berada di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan.
"Bapanas andalkan subsidi jagung pakan 242.000 ton Rp 678 miliar untuk topang peternak unggas," merupakan inti dari kebijakan intervensi yang sedang dijalankan saat ini oleh lembaga tersebut.
Hal ini diperkuat dengan adanya catatan bahwa harga telur di peternak anjlok hingga Rp17.000/kg, yang menjadi latar belakang utama mengapa intervensi melalui subsidi pakan ini harus segera dilakukan.
Dikutip dari sumber berita terkait, kebijakan ini diharapkan dapat segera menaikkan daya beli dan menstabilkan harga jual telur di tingkat peternak agar kembali ke level yang wajar dan menguntungkan.