TREN.BISNISMARKET.COM - Jakarta, CNBC Indonesia – Gejolak geopolitik dan ekonomi global saat ini tengah membayangi pasar keuangan Indonesia, ditambah lagi dengan sentimen penilaian indeks dari para penyedia jasa keuangan. Namun, di tengah kondisi tersebut, peluang investasi yang menjanjikan rupanya masih dapat ditemukan.

Direktur Ashmore Asset Management, Steven Satya Yudha, memandang bahwa pasar keuangan Indonesia masih menyimpan potensi imbal hasil yang sangat menarik bagi para investor. Pandangannya ini menjadi sorotan di tengah kekhawatiran pasar yang meluas.

Beralih ke pasar obligasi, Steven Satya Yudha mengemukakan bahwa Surat Berharga Negara (SBN) di Indonesia menawarkan imbal hasil yang lebih baik dibandingkan obligasi di pasar negara berkembang (emerging market) Asia. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor.

Kendati demikian, ia juga mengakui bahwa pasar obligasi Indonesia masih memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi. "Secara imbal hasil, di pasar obligasi yakni SBN memberikan imbal hasil terbaik dibanding emerging market Asia Bond, namun risikonya masih tinggi sehingga menjadi pertimbangan investor," ujar Steven Satya Yudha.

Untuk mengatasi kekhawatiran pasar terkait risiko tersebut, Steven Satya Yudha menekankan pentingnya perbaikan pada isu transparansi dan tata kelola. "Oleh karena itu perlu diperbaiki isu transparansi dan governance yang menjadi kekhawatiran pasar saat ini," katanya.

Sementara itu, dari sektor pasar saham, Steven Satya Yudha melihat bahwa valuasi saham di Indonesia saat ini terbilang sangat murah. Ditambah lagi dengan adanya penawaran dividen yang menarik dan kondisi ekonomi 'di atas kertas' yang masih tinggi, membuat pasar saham Indonesia cukup menjanjikan.

Namun, ia juga tidak menampik bahwa pasar saham saat ini masih dihantui oleh berbagai risiko. Hal ini menjadi catatan penting bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di sektor ini.

Pertanyaan krusial yang muncul adalah, ke mana arah investasi para pengelola dana besar dalam menghadapi gejolak pasar domestik seperti ini? Jawaban atas pertanyaan ini diungkapkan dalam dialog eksklusif.

Selengkapnya, pemirsa dapat menyimak dialog Andi Shalini dengan Direktur Ashmore Asset Management, Steven Satya Yudha, dalam program Power Lunch di CNBC. Diskusi mendalam ini berlangsung pada hari Kamis, 08 Juli 2026.