TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terus berupaya mempercepat pembangunan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dengan fokus pada penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Target ambisius telah ditetapkan untuk memastikan kesiapan infrastruktur pendukung elektrifikasi transportasi nasional.
Target utama yang dipatok oleh pemerintah adalah memiliki lebih dari 60.000 unit SPKLU yang beroperasi penuh di seluruh wilayah Indonesia pada tahun 2030 mendatang. Target ini merupakan bagian integral dari roadmap transisi energi di sektor transportasi yang sedang digalakkan pemerintah.
Namun, upaya mewujudkan target tersebut menghadapi tantangan signifikan, mengingat data resmi pemerintah menunjukkan bahwa realisasi SPKLU yang sudah dapat melayani masyarakat hingga tahun 2026 ini baru mencapai 7,7% dari total proyeksi tahun 2030. Hal ini mengindikasikan perlunya percepatan signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Fakta ini disampaikan secara spesifik oleh pejabat terkait dalam sebuah forum resmi. "Hingga Mei 2026, SPKLU roda empat di Indonesia telah mencapai sekitar 4.892 unit. Target pertumbuhan SPKLU roda empat pada tahun 2030 sebesar 62.918 unit," ungkap Ferry Triansyah, Koordinator Pelayanan Usaha Ketenagalistrikan, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat menghadiri Pembukaan Project Board Meeting Enhancing Readiness for the Transition to Electric Vehicles in Indonesia (ENTREV) Pertama Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Kamis (7/5). Pertemuan ini menjadi ajang evaluasi kemajuan program transisi energi.
Untuk meningkatkan adopsi kendaraan listrik, pemerintah secara aktif mendorong percepatan pengembangan infrastruktur pengisian listrik melalui skema kolaborasi. Fokus utama saat ini adalah di tiga provinsi yang ditetapkan sebagai wilayah pilot project, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali.
Selain ketiga provinsi percontohan tersebut, proyek ENTREV juga telah diperluas melalui replikasi program di enam kota lain yang tersebar di enam provinsi berbeda. Kota-kota tersebut meliputi Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Banjarmasin, dan Serang di Provinsi Banten.
Lebih lanjut, Ferry Triansyah menjelaskan bahwa proyek ENTREV tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. "Menurut Ferry, proyek ENTREV telah melaksanakan sosialisasi KBLBB di enam kota tersebut dan saat ini tengah menyelenggarakan pelatihan serta sertifikasi bagi siswa SMK."
Aretha Aprilia, Head of Environment Unit United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, menekankan bahwa transisi energi ini memiliki dimensi strategis yang lebih luas daripada sekadar isu lingkungan. "Dinamika geopolitik dan gangguan rantai pasok energi global menjadi pengingat bahwa transisi menuju kendaraan listrik bukan hanya untuk perlindungan lingkungan, namun juga langkah strategis mewujudkan kemandirian energi nasional," ujar Aretha.