TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah temuan menarik muncul dari analisis data on-chain terkait aktivitas penambang Bitcoin. Indikator profitabilitas menunjukkan bahwa tekanan jual yang berasal dari para penambang kini dinilai tidak lagi menjadi ancaman sebesar pada siklus pasar sebelumnya.

Analisis ini dilakukan oleh seorang analis on-chain terkemuka yang dikenal sebagai PelinayPA. Beliau mendalami perubahan profitabilitas penambang Bitcoin dengan cermat untuk mengungkap fakta yang mengejutkan ini.

"Tekanan jual dari penambang Bitcoin dinilai tidak lagi menjadi ancaman sebesar pada siklus pasar sebelumnya," demikian pernyataan yang diungkapkan oleh analis on-chain PelinayPA di CryptoQuant. Pernyataan ini menjadi inti dari temuan terbaru tersebut.

Beliau memaparkan bahwa analisis ini didasarkan pada perubahan profitabilitas penambang. Perubahan ini menjadi kunci untuk memahami dinamika pasar saat ini dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Untuk mendukung kesimpulannya, PelinayPA menggunakan dua indikator kunci. Indikator tersebut adalah PNL Index dan data unrealized profit dari para penambang Bitcoin.

PNL Index merupakan metrik yang membantu mengukur keuntungan atau kerugian yang direalisasikan oleh penambang. Sementara itu, data unrealized profit melihat potensi keuntungan yang belum direalisasikan.

"Temuan tersebut diungkapkan analis on-chain PelinayPA di CryptoQuant setelah menganalisis perubahan profitabilitas penambang menggunakan indikator PNL Index dan data unrealized profit," demikian penjelasan lebih lanjut mengenai metodologi analisis yang digunakan.

Dengan profitabilitas yang membaik, para penambang cenderung tidak terdesak untuk menjual aset mereka secara masif. Hal ini berbeda dengan kondisi di mana harga Bitcoin turun drastis dan profitabilitas penambang tertekan.

Implikasi dari temuan ini bagi pasar Bitcoin cukup signifikan. Berkurangnya tekanan jual dari salah satu kelompok pelaku pasar utama dapat berkontribusi pada stabilitas harga atau bahkan mendorong tren kenaikan.