TREN.BISNISMARKET.COM - Perhelatan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri ke-3 Tahun 2026 di GOR Satria Purwokerto, yang seharusnya menjadi ajang adu ketangkasan otomotif pada Minggu (26/7), justru berakhir dengan insiden yang memilukan. Sebuah tribun VIP utama diketahui ambruk, menyebabkan kepanikan dan puluhan korban luka.
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, ketika sekitar 75 penonton yang tengah menikmati jalannya kompetisi tiba-tiba menjadi korban. Struktur tribun yang roboh ini menimbulkan dampak yang cukup serius bagi mereka yang berada di sekitarnya.
Menurut berbagai kesaksian dari penonton yang hadir, kondisi tribun VIP setinggi 3,5 meter ini dilaporkan sudah terasa tidak stabil sejak awal acara. Getaran pada struktur tersebut sudah mulai terasa bahkan sejak momen menyanyikan lagu kebangsaan.
Situasi yang sudah tegang ini semakin memuncak ketika para panitia mulai melemparkan merchandise ke arah penonton. Aksi berebut souvenir tersebut memicu pergerakan massa yang sporadis dan tidak teratur, memperparah kondisi tribun yang sudah rapuh.
"Kondisi tribun dilaporkan sudah terasa tidak stabil sejak awal acara," demikian keterangan yang berhasil dihimpun dari beberapa saksi mata di lokasi kejadian. Ketidakstabilan ini menjadi faktor krusial yang diperparah oleh kerumunan massa.
Akibat dari ambruknya tribun tersebut, terjadi efek domino yang mengerikan. Para penonton yang berada di posisi terdampak saling bertumpuk, tertimpa material tribun yang jatuh, serta sesama pengunjung, yang mengakibatkan banyaknya korban luka.
Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, dengan sigap langsung meninjau lokasi kejadian. Ia mengambil keputusan tegas untuk menghentikan seluruh rangkaian kegiatan Kejurnas Drift demi keselamatan bersama.
"Kami akan ikut bertanggung jawab, meski kami hanya ketempatan," tegas Sadewo Tri Lastiono, Bupati Banyumas, mengenai penanganan para korban yang kini tersebar di beberapa fasilitas kesehatan di wilayahnya.
Pihak kepolisian, melalui Kapolresta Banyumas Kombes Petrus Silalahi, telah bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap akar permasalahan ambruknya tribun tersebut.