TREN.BISNISMARKET.COM - PT Remala Abadi Tbk (DATA) akhirnya angkat bicara terkait dengan transaksi pengalihan saham yang melibatkan salah satu pemegang saham utamanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo).

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen DATA memberikan penjelasan resmi mengenai posisinya dalam transaksi tersebut.

Perseroan secara tegas menyatakan bahwa mereka tidak terlibat secara langsung dalam kegiatan jual beli saham yang dimaksud. Oleh karena itu, DATA tidak memiliki informasi mengenai dasar atau pertimbangan yang melatarbelakangi keputusan para pihak yang bertransaksi.

"Dapat kami sampaikan bahwa Perseroan bukan merupakan pihak dalam transaksi jual beli saham di atas. Oleh karenanya, Perseroan tidak memiliki informasi terkait latar belakang dan pertimbangan dilakukannya transaksi terkait pengalihan saham tersebut," demikian pernyataan resmi manajemen DATA yang dikutip pada Senin, 27 Juli 2026.

Menjawab pertanyaan terkait kewajiban Protelindo dalam memenuhi ketentuan _free float_ saham sesuai Peraturan Bursa Nomor I-A, DATA mengkonfirmasi komitmen perseroan untuk tetap mematuhi aturan tersebut.

Namun, DATA menyatakan ketidakmampuannya untuk memberikan tanggapan spesifik mengenai rencana kepemilikan saham dari para pemegang sahamnya.

Lebih lanjut, DATA menegaskan bahwa transaksi pengalihan saham ini tidak mengakibatkan perubahan pengendalian perseroan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.

"Perseroan tetap dikendalikan oleh PT Sarana Menara Nusantara Tbk melalui anak perusahaannya, yaitu PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo). Dengan demikian, transaksi di atas tidak memberikan dampak negatif yang material terhadap strategi bisnis dan arah pengembangan usaha Perseroan," jelas manajemen DATA.

Perusahaan yang bergerak di bidang jaringan telekomunikasi ini juga menggarisbawahi bahwa strategi bisnis yang telah ditetapkan akan tetap dijalankan. Hal ini mencakup ekspansi jaringan, peningkatan kualitas layanan, pengembangan basis pelanggan, serta penguatan infrastruktur digital.