TREN.BISNISMARKET.COM - Perusahaan media sosial milik mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Trump Media & Technology Group (TMTG), dikabarkan tengah menjajaki model bisnis baru dengan menawarkan akses prioritas terhadap unggahan di platform Truth Social. TMTG disebut mematok tarif sebesar US$100.000 atau setara Rp1,7 miliar per bulan untuk layanan ini.
Pembahasan mengenai biaya akses data yang lebih cepat ini telah dilakukan oleh TMTG dengan para pelaku pasar di Wall Street serta perusahaan-perusahaan investasi terkemuka.
Sebagai alternatif, TMTG juga menawarkan skema harga diskon bagi perusahaan yang bersedia berkomitmen berlangganan dalam jangka waktu lebih panjang. Pelanggan yang menandatangani kontrak selama tiga tahun akan dikenakan biaya US$60.000 atau sekitar Rp1,07 miliar per bulan.
Layanan baru yang diberi nama Truth API ini diperkenalkan oleh TMTG pada Kamis (16/7). Fitur utamanya adalah menyediakan akses data tercepat ke unggahan dari 10 akun Truth Social yang dianggap paling berpengaruh di platform tersebut.
Meskipun demikian, TMTG belum secara resmi mengumumkan rincian harga spesifik untuk layanan Truth API. Perusahaan menyatakan bahwa peluncuran resmi layanan ini dijadwalkan pada 1 Agustus mendatang dan telah mengantongi beberapa pelanggan, meskipun identitas mereka belum diungkapkan.
Langkah ini menandai upaya perdana TMTG untuk merambah bisnis lisensi data, sekaligus membuka potensi aliran pendapatan baru bagi perusahaan di tengah persaingan industri media digital yang ketat. Pengaruh unggahan Trump di Truth Social terhadap pergerakan pasar keuangan menjadi alasan utama di balik pengembangan layanan ini.
Kecepatan dalam memperoleh informasi dari unggahan Trump sangat krusial bagi perusahaan perdagangan berfrekuensi tinggi. Selisih waktu dalam hitungan milidetik saja dapat berpotensi menghasilkan keuntungan finansial signifikan dalam transaksi bernilai besar.
Salah satu contoh dampak signifikan terjadi pada 9 April 2025, ketika indeks-indeks utama Wall Street mengalami penguatan drastis setelah Trump mengumumkan penundaan sebagian besar tarif baru selama 90 hari melalui Truth Social.
Truth API akan memberikan akses sepanjang waktu untuk memantau unggahan dari akun-akun paling berpengaruh, termasuk arsip unggahan sejak tahun 2022. Di antara akun dengan pengikut terbanyak di Truth Social adalah milik Donald Trump sendiri, kedua putranya Donald Trump Jr. dan Eric Trump, serta tokoh pendukungnya seperti Dan Bongino dan Sean Hannity.