TREN.BISNISMARKET.COM - PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) telah memberikan tanggapan resmi mengenai perkembangan rencana konsolidasi atau streamlining perusahaan asuransi yang berada di lingkungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

TUGU mengumumkan dalam keterbukaan informasinya di Bursa Efek Indonesia (BEI) bahwa mereka dilibatkan dalam proses penjajakan terkait rencana strategis tersebut. Keterlibatan ini secara spesifik terjadi saat penyusunan kajian pada tanggal 19 Juni 2026.

Kajian yang sedang dikerjakan ini bertujuan untuk mengevaluasi opsi konsolidasi perusahaan-perusahaan asuransi yang berada di bawah naungan ekosistem Danantara. Meskipun demikian, detail mengenai skema atau bentuk konsolidasi yang dikaji belum diungkapkan secara rinci oleh TUGU.

Terkait proses kajian tersebut, manajemen TUGU juga menginformasikan adanya kemungkinan munculnya biaya operasional yang timbul dari pelaksanaan penyusunan kajian tersebut. Hal ini disampaikan dalam keterbukaan informasi BEI pada hari Rabu, 24 Juni 2026.

Secara keseluruhan, konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor asuransi ditargetkan akan selesai pada tahun ini, dengan harapan proses pembahasan teknis merger rampung pada Juli 2026 dan penggabungan dimulai pada September 2026.

Untuk memajukan proses ini, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, telah mengadakan pertemuan dengan Direktur Utama IFG, Hexana Tri Sasongko, pada Rabu, 17 Juni 2026. Pertemuan tersebut membahas aspek penting integrasi bisnis dan penguatan tata kelola.

Pembahasan dalam pertemuan tersebut juga mencakup optimalisasi permodalan serta pengembangan sinergi antara entitas-entitas yang akan membentuk struktur perusahaan hasil merger di masa depan. Langkah-langkah strategis untuk memastikan integrasi berjalan efektif dan memberikan nilai tambah jangka panjang menjadi fokus utama.

"Konsolidasi ini menjadi langkah penting untuk memperkuat industri asuransi BUMN agar lebih sehat, efisien, dan kompetitif," ujar Dony Oskaria, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi pada Rabu, 17 Juni 2026.

Transformasi yang sedang berjalan ini diharapkan mampu menciptakan skala usaha yang lebih kuat, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat kapasitas underwriting dan investasi BUMN asuransi. Hal ini bertujuan memperluas kemampuan perusahaan dalam memberikan perlindungan yang lebih baik kepada masyarakat dan dunia usaha.