TREN.BISNISMARKET.COM - Jutaan pengguna Android di seluruh dunia kerap menjadikan jumlah unduhan sebagai tolok ukur utama sebelum memutuskan memasang sebuah aplikasi di gawai mereka. Namun, angka popularitas ini ternyata tidak selalu menjamin keamanan dan kelayakan sebuah aplikasi untuk digunakan.

Seorang pakar keamanan sistem operasi Android menyarankan agar pengguna lebih berhati-hati dan mempertimbangkan ulang untuk mengunduh beberapa aplikasi yang sangat populer. Alasannya pun beragam, mulai dari potensi ancaman terhadap privasi dan keamanan data pribadi hingga adanya fungsi yang sesungguhnya sudah terintegrasi dalam sistem operasi Android itu sendiri.

"Angka unduhan yang Anda lihat di daftar aplikasi Play Store adalah cara yang buruk untuk menilai apakah sebuah aplikasi layak dipasang," tulis Pankil Shah, seorang Hardware Engineer di Cisco Systems, saat memberikan pandangannya yang dikutip dari Android Authority pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Pernyataan ini bukan berarti semua aplikasi yang banyak diunduh adalah aplikasi buruk. Namun, ada beberapa aplikasi yang tetap tidak direkomendasikan karena berpotensi menimbulkan risiko signifikan terhadap privasi dan keamanan, atau justru menawarkan fitur yang sebenarnya sudah dapat ditangani secara optimal oleh sistem operasi Android.

Berdasarkan temuan tersebut, berikut adalah lima aplikasi Android yang disarankan untuk dihindari meskipun telah diunduh jutaan hingga miliaran kali oleh pengguna di seluruh dunia.

Salah satu aplikasi VPN yang paling dikenal di Google Play Store adalah Turbo VPN, dengan lebih dari 500 juta unduhan. Aplikasi ini menawarkan layanan VPN secara gratis, sesuai dengan ekspektasi penggunanya yang mencari solusi privasi saat berselancar di internet.

Namun, di balik kemudahan akses dan layanan gratisnya, aplikasi VPN semacam ini seringkali memiliki konsekuensi yang tidak disadari. Selain kemunculan iklan yang mengganggu, Turbo VPN juga dilaporkan memiliki catatan kurang baik terkait praktik pengelolaan data penggunanya.

Selama beberapa tahun terakhir, telah muncul berbagai laporan mengenai praktik pengelolaan data yang dipertanyakan oleh Turbo VPN, serta dugaan hubungan dengan entitas yang beroperasi di China. Pankil Shah menekankan bahwa sebagian besar layanan VPN gratis dengan kuota data tak terbatas patut dicermati.

"Sebagian besar layanan VPN gratis dengan data tak terbatas juga patut dicermati karena pengoperasian layanan VPN membutuhkan biaya besar," ujar Shah. Ia menambahkan bahwa memilih layanan VPN gratis seperti Turbo VPN justru berpotensi mengorbankan privasi yang ingin ditingkatkan oleh pengguna.